Dalam konstelasi kehidupan modern yang ditandai dengan percepatan teknologi dan pergeseran paradigma nilai, eksistensi Tauhid bukan sekadar doktrin teologis statis, melainkan sebuah kekuatan dinamis yang menentukan arah peradaban manusia. Tauhid merupakan fondasi epistemologis yang memberikan makna pada setiap gerak kehidupan. Tanpa landasan Tauhid yang kokoh, manusia modern cenderung terjebak dalam labirin materialisme dan krisis identitas spiritual. Menjaga Tauhid di era ini menuntut pemahaman yang mendalam terhadap teks-teks wahyu agar esensi penghambaan hanya kepada Allah tetap terjaga dari kontaminasi syirik kontemporer yang seringkali muncul dalam bentuk pemujaan terhadap materi, jabatan, maupun ego pribadi.
Tauhid bermula dari pengakuan mutlak akan keesaan Allah dalam segala dimensi-Nya. Hal ini tercermin secara paripurna dalam firman Allah yang menjadi rujukan utama dalam memurnikan konsep ketuhanan.
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۚ وَلَمْ يَكُنْ لَّهٗ كُفُوًا اَحَدٌ
Sumber: Muslimchannel
.png)
.png)