Sering kali perdebatan mengenai peran perempuan terjebak dalam dikotomi yang sempit antara ruang domestik dan ruang publik. Seolah-olah, seorang Muslimah harus memilih salah satu dan mengorbankan yang lainnya. Padahal, jika kita menilik sejarah emas Islam, perempuan tidak pernah ditempatkan sebagai objek pasif. Mereka adalah subjek aktif yang turut merumuskan arah peradaban. Membangun bangsa bukan sekadar urusan pembangunan infrastruktur fisik, melainkan pembangunan manusia yang bermartabat, dan di sinilah peran Muslimah menjadi sangat krusial sebagai fondasi utama moralitas dan intelektualitas generasi mendatang.
Langkah awal bagi seorang Muslimah dalam membangun peradaban adalah dengan memperkuat kapasitas keilmuan. Islam tidak pernah membedakan kewajiban menuntut ilmu berdasarkan gender. Sebagaimana ditegaskan dalam sebuah hadits:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
Sumber: Muslimchannel
.png)
.png)