Ilmu Tauhid merupakan fondasi utama dalam bangunan keislaman seorang hamba, di mana ma'rifatullah atau mengenal Allah merupakan kewajiban pertama sebelum menjalankan syariat lainnya. Dalam tradisi keilmuan Ahlussunnah wal Jamaah, khususnya madzhab Asy'ariyah dan Maturidiyah, para ulama telah merumuskan sistematika pemahaman akidah melalui pengenalan terhadap sifat-sifat wajib bagi Allah SWT. Sifat wajib ini bukanlah zat Allah itu sendiri, melainkan sifat yang pasti ada pada Dzat-Nya yang Maha Agung, yang jika ditiadakan secara akal, maka akan meruntuhkan konsep ketuhanan itu sendiri. Pembagian ini mencakup Sifat Nafsiyah, Salbiyah, Ma’ani, dan Ma’nawiyah, yang masing-masing didukung oleh argumentasi rasional (dalil aqli) dan teks wahyu (dalil naqli).
فَيَجِبُ لِلّٰهِ تَعَالَى عِشْرُوْنَ صِفَةً وَهِيَ الْوُجُوْدُ وَالْقِدَمُ وَالْبَقَاءُ وَمُخَالَفَتُهُ لِلْحَوَادِثِ وَقِيَامُهُ بِنَفْسِهِ وَالْوَحْدَانِيَّةُ فِي الذَّاتِ وَالصِّفَاتِ وَالْأَفْعَالِ وَالْقُدْرَةُ وَالْإِرَادَةُ وَالْعِلْمُ وَالْحَيَاةُ وَالسَّمْعُ وَالْبَصَرُ وَالْكَلَامُ وَكَوْنُهُ قَادِرًا وَمُرِيْدًا وَعَالِمًا وَحَيًّا وَسَمِيْعًا وَبَصِيْرًا وَمُتَكَلِّمًا
Terjemahan & Tafsir Mendalam Blok 1:
.png)
.png)