Home / Pendidikan / Jalur & Syarat Siswa Masuk SMA/SMK/MA

Jalur & Syarat Siswa Masuk SMA/SMK/MA

Jabar Online (Bandung)-, Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun ajaran 2018/2019 dimulai pada 4-8 Juni 2018. Secara umum, tahun ini dalam seleksi PPDB ada beberapa kriteria prioritas berdasarkan tempat domisili calon peserta didik pada wilayah provinsi dan atau radius jarak terdekat ke satuan  pendidikan tujuan. Domisili calon peserta didik merujuk pada Kartu Keluarga yang diterbitkan paling lambat 6 (enam) bulan sebelum pelaksanaan PPDB. Wilayah provinsi terbagi atas dalam wilayah dan luar wilayah Provinsi Jawa Barat.

Calon peserta didik dari dalam wilayah Jawa Barat dapat memilih beberapa jalur PPDB berdasarkan pada kekhususan kriteria. Terdapat enam jalur PPDB yang dapat dipilih. Dikutip dari laman disdik.jabarprov.go.id, Jalur pertama adalah jalur Keluarga Ekonomi Tidak Mampu (KETM), diperuntukkan bagi calon peserta didik dari keluarga dengan ekonomi tidak mampu

Kedua,
Penghargaan Maslahat bagi Guru (PMG), diperuntukkan bagi calon peserta didik putera puteri guru mata pelajaran/guru bimbingan konseling/pengawas sekolah yang mendapat penghargaan maslahat berupa kemudahan mendapatkan pendidikan bagi putera puterinya. Jalur PMG memiliki kriteria sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2008 tentang Guru. Sesuai dengan peraturan pemerintah tersebut, syarat jalur PMG yaitu memiliki sertifikat pendidik, memiliki kesesuaian antara latar belakang pendidikan dengan mata pelajaran/bidang yang diampu, jumlah beban mengajar minimal 24 jam pelajaran bagi guru mata pelajaran/150 orang siswa yang dibimbing bagi guru bimbingan konseling/40 guru atau tujuh satuan pendidikan binaan bagi pengawas sekolah, dan berusia tidak lebih dari 60 tahun.

Jalur ketiga, adalah anak berkebutuhan khusus atau penyandang disabilitas (ABK). Jalur ini diperuntukkan bagi calon peserta didik berkebutuhan khusus atau penyandang disabilitas. Jalur keempat, warga penduduk setempat (WPS), diperuntukkan bagi calon peserta didik dari warga penduduk setempat di sekitar lingkungan sekolah. Jalur kelima adalah Nilai Hasil Ujian Nasional (NHUN). Jalur ini diperuntukkan bagi calon peserta didik yang memilih seleksi PPDB dengan menggunakan nilai hasil ujian nasional.

Jalur terakhir adalah prestasi atau bakat istimewa bidang akademik atau nonakademik, yang diperuntukkan sebagai penghargaan bagi calon peserta didik yang memiliki prestasi akademik atau non akademik. Jalur Prestasi atau bakat istimewa dapat diikuti oleh calon peserta didik dari berbagai kejuaraan. Kejuaraan  yang diakui dalam jalur prestasi ini adalah bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, seni, olah raga, pramuka, paskibra, Palang Merah Remaja, keagamaan, kreativitas, terutama kejuaraan yang diselenggarakan oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan atau Kementrian Agama.

Setiap jalur, calon peserta didik diminta melengkapi beberapa dokumen penting. Pada Jalur KETM, calon peserta didik melampirkan dokumen yang mendukung bukti ketidakmampuan secara ekonomi, seperti Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM), Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), Kartu Indonesia Pintar (KIP) serta Kartu Indonesia Sehat (KIS). Pada Jalur PMG, orang tua calon peserta didik yang berprofesi sebagai guru dapat melampirkan surat keterangan dari pimpinan tempat bertugas, sertifikat pendidik, surat keputusan pengangkatan pertama dan surat tugas mengajar/membimbing/membina.

Bagi jalur ABK, calon peserta didik dapat melampirkan data hasil diagnosa psikolog atau pakar dari perguruan tinggi layanan khusus atau (resource centre) atau Kelompok Kerja Pendidikan Inklusif, bagi calon peserta didik berkebutuhan khusus atau penyandang disabilitas. Sedangkan untuk jalur WPS, calon peserta didik akan diminta melampirkan Kartu Keluarga (KK) yang menunjukkan calon peserta didik telah menetap pada tempat domisili sekurang-kurangnya selama enam bulan di sekitar satuan pendidikan yang dituju.

Pada jalur prestasi, calon peserta didik dapat melampirkan bukti kepemilikan piala, medali, sertifikat/piagam yang dilegalisasi oleh panitia penyelenggara atau pihak berwenang. Dan pada jalur NHUN, dokumen yang dilampirkan adalah kepemilikan Sertifikat Hasil Ujian Nasional (SHUN) dari satuan pendidikan asal.

Bagi calon peserta didik dari luar wilayah Provinsi Jawa Barat dapat memilih jalur PPDB berdasarkan pertimbangan lain, yaitu prestasi atau bakat istimewa pada bidang akademik atau nonakademik dan Nilai Ujian Nasional yang dimiliki calon peserta didik dari seluruh mata pelajaran yang diujikan pada tingkat Nasional.

Jadwal PPDB jalur KETM, PMG, ABK, WPS  dan calon peserta didik berprestasi yang berasal dari dalam dan luar wilayah provinsi dilakukan sebelum jadwal PPDB jalur NHUN. Jika tidak lolos, dapat mendaftarkan kembali pada PPDB jalur NHUN. Jika jalur KETM tidak lolos karena melebihi kuota, calon peserta didik akan disalurkan ke satuan pendidikan negeri atau swasta terdekat lainnya yang belum memenuhi kuota KETM

(Humas Jabar/D. Arifin)

Komentar