Home / Pendidikan / Anak Paud Harus Gencar Diberi Pendidikan Karakter

Anak Paud Harus Gencar Diberi Pendidikan Karakter

Kota Bogor-Musyawarah Daerah III Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) Kota Bogor masa bakti 2014-2018 dengan tajuk “Dengan Semangat Kebersamaan Mari Menyongsong Masa Depan Pendidikan Anak Usia Dini Di Bawah Panji Himpaudi” bertempat di Gedung Graha Pakuan Siliwangi (GPS) Universitas Pakuan , Rabu (06/02/2019).

Rektor Bibin Rubini menjelaskan, dengan hal tersebut diharapkan dapat mengedukasi agar menjadi ujung tombak bagi pendidikan anak usia dini, terutama untuk membentuk karakter.

“Jadi kita berharap bahwa mereka betul-betul memberikan pendidikan berkarakter kepada anak-anak agar mereka menjadi pemimpin yang mempunyai karakter yang kuat,” kata Bibin saat diwawancarai.

Lanjut Bibin Rubini, kemajuan dan teknologi memberikan dampak yang sangat besar bagi semua aspek di kehidupan masyarakat bukan hanya orang tua tetapi juga anak-anak. Karena itu, harus ada filter dalam memberikan pengaruh yang memang positif bagi anak-anak.

“Guru-guru itu harus punya pengetahuan tentang teknologi karena kalau tidak anak-anak akan membawa kerusakan manusia. Guru-guru ini harus menjadi penyaring anak-anak supaya menjadi pintar dan juga berkarakter,” tuturnya.

Sementara itu, turut hadir dan memberikan sambutan, Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bogor, H. Fahrudin S.pd. kemudian dirinya mengatakan bahwa pihaknya mempunyai kurikulum yang ditentukan oleh pemerintah pusat.

“Insyallah kurikulum itu tetap kita laksanakan penguatan pendidikan karakter kita jalankan, tetapi program-program sekolah membawa makan dan minum dari rumah itu wajib kita laksanakan, anak-anak harus sehat, cerdas dan ceria,” katanya .

Menurutnya, jika bangsa Indonesia berjuang dengan nyawa, sekarang itu memang berjuang dengan ilmu dan teknologi. “Meningkatkan mutu pendidikan, mulai dari tingkat dasar, tingkat mahir dan tingkat lanjutan. Sudah ratusan guru paud yang sudah mengikuti pelatihan tersebut. Karena tidak mudah memang berjuang mendidik dengan penuh kesabaran,” tukasnya.

(Sarah Mira/Bagas)

Komentar