Banjir Bandang, Pemuda Lanbau Ulurkan Tangan

BOGOR – Hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Bogor sejak Jum’at (26/04) lalu, menyebabkan meluapnya sungai Cikeas sehingga terjadinya banjir bandang. Akibatnya daerah Kecamatan Citereup Kabupaten Bogor ini puluhan bangunan mengalami kerusakan parah.

Dengan itu, para pemuda Lanbau berinisiatif membantu dengan mengadakan penggalangan dana di sepanjang jalan dengan bermodal kardus kosong bertuliskan “Penggalangan Dana Peduli Korban Banjir RT 03 & 04/10” di Karang Asem Kecamatan Citereup Kabupaten Bogor,
Minggu (28/04/2019).

Pemuda Lanbau Galang Dana untuk korban banjir bandang.

Puluhan rumah hingga pemakaman mengalami kerusakan parah diakibatkan badan Sungai Cikeas tak mampu menampung debit air sehingga air meluap ke sejumlah desa terutama wilayah Lanbau Citereup dengan ketinggian genangan air sekitar 200 centimeter.

Meski telah surut, banjir yang diakibatkan dari luapan Sungai Cikeas itu menyisakan lumpur tebal di sepanjang jalan. Sampai saat ini, warga masih sibuk membersihkan lumpur tebal yang masuk ke dalam rumah dan lingkungan setempat. Musibah yang menimpa warga Lanbau memang tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini.

Namun dari peristiwa tersebut, kerugian mencapai puluhan juta rupiah, di karenakan barang-barang rumah tangga seperti kulkas, televisi, lemari hingga kendaraan rusak. Para korban sudah disiapkan posko khusus untuk tempat tinggal sementara. Di posko pengungsian sumbangan-sumbangan dari warga berupa pakaian, sembako, dan juga uang terus berdatangan.

Warga membersihkan sisa-sisa lumpur dan peralatan rumah tangga yang tedampak.

Salah seorang warga yang terdampak dari peristiwa tersebut, Ela menuturkan bahwa kejadian tersebut terjadi Kamis malam, dan banjir sekitar pukul 23.30 WIB. Menurut Ela, hampir 4 jam air baru surut dan ketinggian genangan air hampir 2 meter.

“Gak ada korban jiwa cuma barang-barang habis terbawa hanyut banjir, alhamdulillah banyak donasi juga yang membantu kita (warga),” ujar Ela kepada Jabaronline.com.

Pada saat kejadian, Ela mengaku bahwa dirinya sedang tertidur dan dibangunkan oleh suaminya. Sebelumnya memang sudah ada pengumuman di musala oleh ketua RT.

“Saya langsung pindah-pindahin barang ke lantai atas. Semoga aja pemerintah bisa bantu juga, ini kan musibah yang terjadi sama warga,” ucap Ela.

Senada dengan Ela, seorang warga, Suparman menjelaskan, banjir di wilayah tersebut memang sudah sering terjadi. Tetapi, lanjut Suparman, “kali ini banjirnya parah hampir 2 meter biasanya cuma sampe mata kaki aja, “katanya.

(Mira)

About admin