Home / Regional / Cianjur / Bocah Tewas Dianianya Setelah Dituding Mencuri Bawang

Bocah Tewas Dianianya Setelah Dituding Mencuri Bawang

CIANJUR (Jabaronline.com) – Aksi main hakim sendiri kembali terjadi. Seorang anak berusia 14 tahun di kabupaten Cianjur di aniaya hingga tewas setelah dituding mencuri bawah merah milik tetangganya di Kampung Kawunggading, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilaku.

Korban adalah Hendra Farida (14) warga Kampung Kawunggading, Desa Sukakerta, Kecamatan Cilaku. Sedangkan pelaku diduga adalah seseorang berinisial H. Korban mengembuskan nafas terakhirnya di RSUD Cianjur, Jumat (25/8/2017).

Kejadian bermula saat korban disuruh oleh Ayi pemilik pohon tangkil ntuk memetik buahnya, namun dalam perjaanan pulang korbban dihadang leh tetangga berinisial H yang menuding korban telah melakukan pencurian bawang dikebun miliknya

Korban lalu dipukul menggunakan cangkul hingga bagian kanan kepalanya mengalami luka.

“Korban kemudian pulang ke ruamh dalam kondisi berdarah. Dia melapor kepada neneknya bahwa dia sudah di pukuli oleh H menggunakan cangkul,” kata paman korban Asep Jalaluddin (65) di ruang mayat RSUD Cianjur.

Sebelum meninggal, sambungnya, korban hanya dirawat alakadarnya, karena keluarga korban merupakan warga miskin, sehingga tidak mampu berobat. Lama-kelamaan luka itu semakin parah hingga akhirnya korban tak bisa tertolong lagi.

“dan akhirnya tak tertolong,” katanya.

Dia akan berkonsultasi dengan keluarga untuk membawa persoalan itu, agar diproses secara hukum. “Saya mendorong agar kasus ini dilaporkan ke polisi,” katanya.

Sementara itu, Aminah ibu angkat korban menambahkan, bahwa anaknya itu mengaku diintimidasi, agar pemukulan itu tidak dilaporkan, padahal korban mengamali luka dalam serius yang menyebabkannya meninggal dunia.

“Sebelum meninggal anak saya curhat kepalanya dipukul orang (H, red), tapi karena diancam agar tidak cerita, anak saya diam saja,” ujar ibunda korban Aminah (44) kepada Radar Cianjur.

Aminah menjelaskan, saat itu anaknya tiba ke rumah dalam kondisi yang memperihatinkan. Ada luka dibagian kepala dan lecet-lecet dibagian tangan.

“Ternyata anak saya dianiaya sesorang, bagian kepalanya dipukul hingga mengalami luka,” ujarnya sambil menangis histeris di ruang forensik.

Kemarin itu, korban tiba-tiba mengerang menahan rasa sakit dibagian kepalanya tak seperti biasanya. Akhirnya, Aminah membawa anaknya ke RSUD untuk diperiksa.

“Anak saya sempat dirawat sebentar di RSUD tapi tak lama dia langsung meninggal dunia,” katanya di ruang forensik.

Kepala Forensik RSUD Cianjur, Dendi menjelaskan, hasil otopsi korban mengalami luka robek dibagian kanan belakang kepala, telinga kanan, luka lecek di siku kiri dan pinggan kiri dan kanan.

“Ada indikasi korban dianiaya, karena lukanya akibat benda tajam,”pungkasnya.

 

Komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.