Kades: “Lembang Aman, Tapi Siaga Bencana & Berdoa“

(Bandung Barat)-, Pengajar dan peneliti di Kelompok Keilmuan Geodesi Institut Teknologi Bandung (ITB), Irwan Meilano mengatakan Sesar Lembang adalah sesar aktif. Diketahui, di wilayah Bandung terdapat Sesar Lembang yang memanjang horizontal 29 kilometer mulai Kecamatan Ngamprah, Cisarua, Parongpong, hingga Lembang atau titiknya dari Batu Loceng sampai Padalarang (Ciburuy)

Berkaca dari peristiwa masa lalu, Bandung pernah diguncang gempa berkekuatan sekitar 6,5 hingga 7 SR  pada abad ke-15 dan tahun 60 SM. Gempa tersebut diyakini dipicu oleh sesar aktif Lembang.

Dengan adanya penelitian ini, Kepala Desa Lembang, Yono Maryono S.Ip, menyikapi dengan tenang, namun waspada, berihtiar dan berdo’a agar perkiraan bencana tidak terjadi diwilayahnya. “Berdasarkan penelitian ilmuan kampus ITB, diperkirakan lempengan Lembang yang membentang hingga Padalarang. Seluas 52 Desa 5 kecamatan, berpotensi gempa. Maka kita harus waspada, tenang, berihtiar dan berdo’a, agar perkiraan bencana itu tidak terjadi” jelasnya kepada Jurnalis JabarOnline.com dikantornya Jum’at 19/10/2018

Selanjutnya Yono menyampaikan kepada seluruh warga desanya, “sebelumnya dari BPBD Bandung Barat sudah menyampaikan sosialisasi tentang waspada bencana hingga jalur evakuasi. Hal ini agar warga tidak resah, hingga ketakutan”

“Bencana merupakan peringatan dari Alloh, bahwa dunia ini tidak abadi. Bencana terjadi melainkan karena ulah manusia. Pandangan agama sebab terjadinya bencana itu karena manusia tidak introfeksi diri, berbuat baik, beramal sholeh dan taat pada yang Maha Penciptanya. Banyaknya kerusakan alam karena rusaknya hutan, diantara sebab terjadinya bencana.

Seperti terjadinya virus LGBT, penyuka sesama jenis yang melampaui batas kehidupan manusia. Ini juga merupakan sebab terjadinya bencana seperti umat terdahulu. Khususnya MUI dan Pemerintah sudah menegaskan bahwa LGBT itu dilarang. Kita berupaya menyadarkan dan mengantisipasi agar virus LGBT tidak masuk ke wilayah Lembang. Sampai saat ini LGBT tidak ada di desa Lembang, namun kalau Waria (wanita pria) itu ada, cuman bukan warga Lembang.

(Tim Liputan/Dwi Arifin)

Komentar