JABARONLINE.COM - Bank Indonesia (BI) mencatat pertumbuhan yang sangat signifikan dalam adopsi sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sepanjang kuartal awal tahun 2026. Lonjakan ini menunjukkan pergeseran perilaku masyarakat yang semakin mengandalkan transaksi non-tunai.

Data resmi dari institusi sentral tersebut mengonfirmasi adanya peningkatan performa yang luar biasa dalam volume transaksi yang menggunakan metode pembayaran cepat berbasis kode QR ini. Hal ini menggarisbawahi efisiensi dan kemudahan yang ditawarkan oleh QRIS kepada konsumen dan pelaku usaha.

Secara kuantitatif, Bank Indonesia mengumumkan bahwa volume transaksi QRIS telah mengalami lonjakan substansial hingga mencapai angka 133,20 persen. Peningkatan masif ini menjadi indikator keberhasilan strategi digitalisasi pembayaran yang diusung oleh otoritas moneter Indonesia.

Peningkatan pertumbuhan yang dramatis ini bukan sekadar keberhasilan di ranah domestik semata. Loncatan ini juga menjadi fondasi kuat bagi langkah strategis Bank Indonesia selanjutnya di kancah global.

Institusi sentral tersebut kini tengah mempersiapkan tahapan penting, yaitu ekspansi layanan QRIS ke pasar internasional. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan visibilitas sistem pembayaran nasional di panggung dunia.

Salah satu target utama dalam rencana ekspansi internasional tersebut adalah Korea Selatan. Bank Indonesia nampaknya melihat potensi besar untuk mengintegrasikan QRIS dengan sistem pembayaran di Negeri Ginseng tersebut.

"Bank Indonesia mencatat bahwa transaksi QRIS telah melonjak hingga mencapai angka 133,20 persen," demikian fakta yang dipaparkan oleh Bank Indonesia mengenai kinerja pembayaran digital di awal tahun 2026.

Peningkatan signifikan ini, yang dilansir dari BISNISMARKET.COM, menggarisbawahi semakin kuatnya preferensi masyarakat Indonesia terhadap transaksi pembayaran digital yang efisien dan mudah digunakan, sebagaimana dipaparkan oleh Bank Indonesia.

Lompatan pertumbuhan yang dicapai oleh QRIS ini dipandang sebagai landasan strategis bagi langkah Bank Indonesia selanjutnya, yaitu rencana ekspansi layanan ke kancah internasional, termasuk negara seperti Korea Selatan, menurut keterangan resmi Bank Indonesia.