Masyarakat kini semakin sadar akan pentingnya manajemen aset di tengah fluktuasi ekonomi global yang tidak menentu. Tekanan inflasi yang terus menggerus nilai mata uang memaksa setiap individu untuk beralih dari sekadar menabung menjadi berinvestasi secara strategis. Dalam ekosistem ekonomi digital saat ini, instrumen pasar modal mulai menantang dominasi produk perbankan konvensional yang sudah lama dikenal.

Deposito bank tetap menjadi instrumen simpanan berjangka yang populer karena menawarkan imbal hasil tetap atau fixed rate. Tingkat risiko instrumen ini tergolong sangat rendah karena adanya jaminan penuh dari Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Investor seringkali memilih deposito sebagai pelindung nilai aset yang stabil guna menjaga keamanan modal utama mereka dari guncangan pasar.

Meskipun menawarkan keamanan tinggi, deposito memiliki keterbatasan signifikan dalam hal fleksibilitas likuiditas dana. Nasabah akan menghadapi denda penalti apabila melakukan penarikan dana sebelum jangka waktu jatuh tempo yang telah disepakati sebelumnya. Selain itu, keuntungan dari bunga deposito masih harus dipotong pajak final sebesar 20 persen yang secara langsung memengaruhi hasil bersih.

Berbeda dengan produk bank, reksa dana menawarkan skema diversifikasi portofolio yang dikelola secara profesional oleh Manajer Investasi. Dana kolektif dari masyarakat akan dialokasikan ke berbagai instrumen seperti saham, obligasi, hingga instrumen pasar uang. Keunggulan utama instrumen ini terletak pada statusnya yang bukan merupakan objek pajak sehingga potensi imbal hasilnya cenderung lebih optimal.

Reksa dana memang memiliki risiko fluktuasi harga pasar yang harus dipahami dengan baik oleh setiap calon investor. Namun, instrumen ini menawarkan tingkat likuiditas yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan simpanan berjangka di bank. Investor dapat mencairkan unit penyertaan mereka kapan saja tanpa perlu khawatir akan dikenakan denda atau penalti penarikan dini.

Lanskap investasi digital saat ini memudahkan masyarakat untuk membandingkan karakteristik kedua instrumen tersebut secara transparan dan cepat. Memahami perbedaan mendasar antara reksa dana dan deposito kini menjadi kebutuhan fundamental dalam menyusun perencanaan keuangan jangka panjang. Kemudahan akses informasi memungkinkan investor ritel untuk menyesuaikan pilihan mereka dengan profil risiko masing-masing individu.

Pemilihan antara reksa dana atau deposito sangat bergantung pada tujuan finansial dan jangka waktu investasi yang diinginkan. Keduanya memiliki peran penting sebagai komponen dalam diversifikasi aset untuk menjaga daya beli di masa depan. Perencanaan yang matang dan pemahaman mendalam akan membantu individu meraih stabilitas finansial di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah.

Sumber: portal7

https://portal7.co.id/post/perbandingan-reksa-dana-vs-deposito-strategi-cerdas-kelola-aset-keuangan