JABARONLINE.COM - Proses tutup buku bulanan sering kali menjadi mimpi buruk yang menghantui departemen keuangan di berbagai perusahaan. Beban kerja yang melonjak drastis menjelang akhir periode menjadi pemicu utama stres dan kelelahan karyawan.

Kondisi ini diperparah dengan adanya spreadsheet yang tidak terstruktur dan kebutuhan revisi data yang berulang tanpa henti. Rutinitas ini terbukti sangat menguras energi serta menurunkan produktivitas tim keuangan secara signifikan.

Tingginya waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan administrasi akhir bulan ini bukanlah tanpa dasar statistik yang kuat. Hal ini tercermin dari data riset yang ada mengenai efisiensi proses akuntansi.

Menurut riset yang dilakukan oleh American Productivity & Quality Center (APQC), rata-rata perusahaan memerlukan waktu mencapai sepuluh hari kerja untuk menyelesaikan seluruh proses closing. Angka ini menunjukkan adanya inefisiensi yang memakan waktu berharga perusahaan.

Lebih lanjut, permasalahan ini diperparah oleh proses validasi data yang masih dilakukan secara manual oleh banyak entitas bisnis. Sekitar 40 persen perusahaan mengakui bahwa keterlambatan terjadi karena proses validasi data manual yang memang memakan waktu sangat lama.

Keterlambatan dalam pelaporan keuangan bulanan membawa konsekuensi serius yang melampaui sekadar masalah administratif internal. Hal ini secara langsung dapat menghambat kecepatan manajemen dalam mengambil keputusan strategis yang berbasis data.

Dampak negatif lainnya adalah peningkatan risiko yang muncul terkait dengan proses audit dan potensi ketidakpatuhan terhadap standar akuntansi yang berlaku. Hal ini perlu menjadi perhatian serius bagi setiap korporasi.

Kondisi yang tidak efisien ini pada akhirnya dapat menggerus kepercayaan yang diberikan oleh investor maupun para pemangku kepentingan lainnya terhadap kredibilitas dan stabilitas perusahaan tersebut.

"Berdasarkan riset American Productivity & Quality Center (APQC), rata-rata perusahaan membutuhkan waktu hingga sepuluh hari kerja untuk menyelesaikan proses closing," dikutip dari artikel yang tayang di BisnisMarket.com, JAKARTA.