JABARONLINE.COM - Sektor perbankan nasional diprediksi akan mengalami pergeseran struktur klasifikasi dalam waktu dekat. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melihat adanya potensi besar bagi sejumlah bank untuk meningkatkan skala bisnisnya melalui penguatan modal.

Dilansir dari Bisnismarket.com, proyeksi ini muncul seiring dengan penguatan fundamental keuangan yang dilakukan oleh berbagai institusi perbankan. Langkah strategis tersebut diharapkan mampu memperkokoh daya saing industri keuangan di tanah air secara signifikan.

OJK memberikan sinyal positif mengenai prospek beberapa bank di Indonesia yang kini berada di ambang batas modal inti minimum. Bank-bank tersebut diprediksi segera memenuhi syarat administratif dan finansial untuk naik ke level klasifikasi yang lebih tinggi.

Prediksi otoritas mengarah pada kemungkinan dua hingga tiga bank yang saat ini berada di kelompok Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) IV kategori 3 (KBMI 3) akan segera bertransformasi menjadi KBMI 4. Perubahan status ini menandakan masuknya bank tersebut ke kategori kelas premium dengan modal inti di atas Rp70 triliun.

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, memberikan konfirmasi resmi terkait perkembangan proses administratif kenaikan kelas tersebut. Ia menyebutkan bahwa beberapa institusi telah menunjukkan keseriusan mereka melalui jalur formal.

"Beberapa institusi perbankan saat ini telah mengajukan permohonan resmi untuk melakukan peningkatan kelompok modal inti mereka ke tahap selanjutnya," ujar Dian Ediana Rae.

Keterangan penting tersebut disampaikan oleh pihak otoritas saat menghadiri sebuah agenda resmi di lingkungan Mahkamah Agung. Pertemuan yang membahas perkembangan industri keuangan ini berlangsung pada hari Rabu, 25 Maret 2026.

"Sinyal positif ini didasarkan pada hasil evaluasi kami terhadap posisi modal inti bank-bank yang bersangkutan yang memang sudah mendekati ambang batas transformasi," kata Dian Ediana Rae.

Kenaikan kelas menjadi KBMI 4 akan memberikan ruang gerak yang lebih luas bagi perbankan dalam menjalankan ekspansi bisnis secara menyeluruh. Hal ini mencakup pengembangan layanan digital yang lebih masif hingga perluasan jangkauan operasional di kancah global.