JABARONLINE.COM - Langit di Teheran, Iran, baru-baru ini mengalami perubahan warna drastis, di mana fenomena hujan hitam pekat dilaporkan terjadi. Peristiwa ini memicu kekhawatiran serius mengenai kualitas udara dan lingkungan di wilayah tersebut.

Fenomena yang terjadi bukan sekadar hujan biasa, melainkan indikasi adanya polusi signifikan yang menyelimuti ibu kota Iran. Kondisi ini memicu perbandingan dengan dampak buruk dari konflik bersenjata berskala besar di masa lalu.

Kengerian serupa pernah dirasakan warga Iran beberapa dekade silam, khususnya saat Perang Teluk Persia berkecamuk. Kejadian tersebut meninggalkan jejak polusi yang membekas dalam ingatan kolektif masyarakat setempat.

Nejat Rahmanian, seorang peneliti asal Iran yang kini mengajar di Universitas Bradford, Inggris, menyatakan bahwa fenomena hujan hitam pada 8 Maret lalu terasa sangat akrab baginya. Ia teringat akan pengalaman yang serupa yang pernah ia saksikan 35 tahun silam.

"Kondisi itu terasa sureal," kenangnya, merujuk pada peristiwa masa lalu saat serangan terhadap kilang minyak Irak terjadi. Serangan tersebut mengakibatkan pembakaran ratusan sumur minyak yang melepaskan polutan ke udara.

Pelepasan jelaga, hidrokarbon, dan sulfur dioksida yang masif dari insiden masa lalu tersebut dilaporkan terbang hingga mencapai wilayah Iran. Hal ini menunjukkan bagaimana dampak lingkungan dari konflik dapat melintasi batas negara.

"Pakaian yang dijemur menjadi bernoda dan udara terasa berat. Tidak ada yang tahu mengapa," tambah Rahmanian, menggarisbawahi kebingungan publik saat menghadapi polusi tak terduga tersebut, dilansir dari Bloomberg Tehcnoz (15/3).

Kekhawatiran kini muncul mengenai apakah dampak lingkungan dari kejadian terkini di Teheran ini akan memiliki konsekuensi yang bertahan lama, bahkan hingga generasi mendatang. Para ahli mulai menganalisis potensi risiko kesehatan jangka panjang akibat paparan zat beracun ini.

Dampak dari hujan hitam ini menjadi sorotan utama, memerlukan investigasi mendalam mengenai sumber polutan dan strategi mitigasi yang efektif untuk melindungi warga Teheran dari ancaman lingkungan yang berulang ini.