JABARONLINE.COM - Pemerintah Indonesia memberikan kepastian mengenai keberlangsungan program prioritas nasional, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepastian ini disampaikan di tengah dinamika kenaikan harga minyak mentah dunia yang kerap mengancam stabilitas fiskal negara.
Kepastian tersebut datang langsung dari Menteri Keuangan Republik Indonesia, Purbaya Yudhi Sadewa. Ia menegaskan bahwa adanya lonjakan harga minyak global tidak serta merta memaksa pemerintah melakukan pemotongan anggaran untuk program MBG.
Keputusan ini menunjukkan prioritas pemerintah dalam menjamin kesejahteraan dasar masyarakat, terutama pemenuhan gizi bagi anak-anak. Program MBG menjadi sorotan karena dampaknya yang signifikan terhadap kualitas sumber daya manusia di masa depan.
Namun demikian, pemerintah tetap mengambil langkah antisipatif terhadap gejolak ekonomi global. Kementerian Keuangan akan melakukan evaluasi mendalam terhadap kondisi fiskal negara dalam kurun waktu sebulan ke depan.
Evaluasi ini juga akan mempertimbangkan secara rinci perkembangan terbaru mengenai pergerakan harga minyak dunia. Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar penentuan apakah akan ada penyesuaian kebijakan fiskal lebih lanjut.
"Pemerintah enggak akan memangkas anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG), meskipun harga minyak dunia naik dan berpotensi menekan anggaran subsidi energi," ujar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dilansir dari Beritasatu.com.
Pernyataan tersebut disampaikan langsung dari Jakarta, menegaskan komitmen pemerintah untuk melindungi program unggulan tersebut dari dampak fluktuasi komoditas energi internasional.
Langkah evaluasi yang direncanakan selama satu bulan ke depan ini merupakan mekanisme standar untuk memastikan alokasi anggaran tetap optimal dan responsif terhadap tantangan ekonomi yang ada.
"Ia bilang pemerintah bakal evaluasi kondisi fiskal dan perkembangan harga minyak dunia dalam sebulan ke depan sebelum ambil langkah penyesuaian kebijakan," kata Purbaya Yudhi Sadewa.
