JABARONLINE.COM - Perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah dipastikan akan memberikan dampak signifikan terhadap rutinitas kegiatan publik di wilayah Ibu Kota. Salah satu agenda mingguan yang sangat dinanti oleh warga Jakarta adalah Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau yang lebih dikenal sebagai Car Free Day (CFD).
Otoritas terkait telah mengambil keputusan untuk menunda pelaksanaan CFD menyusul momentum hari besar keagamaan tersebut. Penyesuaian jadwal ini dilakukan untuk menghormati pelaksanaan ibadah dan suasana perayaan Lebaran.
Secara spesifik, pembatalan sementara ini berlaku untuk gelaran CFD yang seharusnya diselenggarakan pada hari Minggu mendatang. Keputusan ini diambil sebagai langkah antisipasi agar masyarakat dapat fokus pada perayaan sakral Idulfitri.
Diketahui bahwa hari Minggu, 22 Maret 2026, telah ditetapkan sebagai hari kedua peringatan Lebaran 2026. Momen penting inilah yang menjadi alasan utama penangguhan kegiatan otomotif di jalan-jalan utama Jakarta.
Penangguhan CFD ini merupakan bagian dari penyesuaian operasional kota selama periode libur panjang hari raya. Warga yang biasa berolahraga atau beraktivitas di area CFD diminta mencari alternatif kegiatan lain pada hari tersebut.
Dilansir dari BISNISMARKET.COM, keputusan mengenai pembatalan ini didasarkan pada pertimbangan menjaga ketertiban umum selama puncak perayaan hari raya. Hal ini menunjukkan adanya fleksibilitas dalam manajemen tata kota Jakarta.
"Perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah akan membawa dampak pada jadwal rutin kegiatan publik di Ibu Kota," menggarisbawahi dampak besar perayaan keagamaan terhadap agenda rutin kota.
"Salah satu agenda yang paling dinantikan warga, yaitu Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD), terpaksa harus ditunda," tegas pernyataan tersebut mengenai penundaan CFD.
"Keputusan tersebut diambil mengingat momentum hari besar keagamaan yang jatuh pada hari-hari tersebut," menjelaskan alasan mendasar di balik penyesuaian jadwal kegiatan rutin tersebut.
