JABARONLINE.COM - Pemerintah telah melaksanakan evaluasi mendalam terkait kesiapan infrastruktur energi menjelang puncak periode libur Idulfitri 2026 mendatang. Fokus utama evaluasi ini adalah memastikan kelancaran mobilitas masyarakat saat arus mudik dan arus balik.

Evaluasi tersebut melibatkan lintas sektor penting, yakni Kementerian terkait, PT Pertamina (Persero), PT PLN (Persero), serta asosiasi sektor angkutan darat. Kolaborasi ini bertujuan memitigasi potensi kendala pasokan energi selama periode peningkatan permintaan.

Salah satu hasil penting dari pertemuan koordinasi tersebut adalah penilaian mengenai kondisi stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di seluruh wilayah Indonesia. Hasilnya menunjukkan bahwa cadangan BBM saat ini berada pada level yang sangat memadai.

Berdasarkan perhitungan yang telah dilakukan bersama, stok BBM nasional diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama lebih dari tiga pekan ke depan. Angka ini memberikan kepastian signifikan bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan jarak jauh.

Hal ini disampaikan langsung oleh Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Demokrat. Pernyataan tersebut disampaikan kepada awak media usai menghadiri sebuah acara di wilayah Jawa Barat.

"Hasil evaluasi bersama Pertamina, PLN, dan sektor angkutan darat menunjukkan stok BBM dinilai masih mencukupi untuk sekitar 21 hari ke depan," ujar Herman Khaeron, di Cirebon, Jawa Barat, pada hari Senin (9/3/2026).

Pernyataan tegas dari Herman Khaeron ini diharapkan dapat menenangkan kekhawatiran publik mengenai potensi kelangkaan BBM selama puncak musim liburan hari raya. Jaminan ketersediaan ini merupakan hasil dari perencanaan matang pemerintah.

Anggota DPR sekaligus Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Herman Khaeron, menyampaikan informasi ini kepada wartawan di Cirebon pada hari Senin (9/3/2026). Informasi ini menjadi titik terang menjelang persiapan mudik tahunan.

Evaluasi ini secara khusus menggarisbawahi kesiapan logistik dan distribusi energi di titik-titik rawan kemacetan dan kantong-kantong konsumsi tinggi selama masa libur panjang Idulfitri. Langkah antisipatif ini penting untuk kelancaran mobilitas nasional.