Jabaronline.com - Arus balik Lebaran 2026 diperkirakan mencapai puncaknya pada 24 hingga 25 Maret 2026. Lonjakan kendaraan diprediksi terjadi secara masif, khususnya dari wilayah Sumatera menuju Pulau Jawa dan kawasan Jabodetabek.
Prediksi ini merujuk pada pola pergerakan mudik tahun-tahun sebelumnya, di mana arus balik biasanya terjadi dalam rentang dua hingga tiga hari setelah Hari Raya Idul Fitri. Pada Lebaran 2025 misalnya, puncak arus balik terjadi dalam periode tiga hari berturut-turut dengan lonjakan signifikan kendaraan menuju Jakarta .
Kepadatan lalu lintas diperkirakan akan terkonsentrasi di ruas tol Trans-Jawa, jalur arteri utama, serta pelabuhan penyeberangan seperti Merak–Bakauheni. Selain itu, jalur alternatif juga berpotensi mengalami kepadatan akibat pengalihan arus.
One Way Nasional Jadi Strategi Utama
Untuk mengantisipasi kemacetan parah, pemerintah melalui Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri kembali menyiapkan skema rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah atau one way nasional.
Sistem ini telah terbukti efektif dalam mengurai kepadatan pada arus mudik dan balik sebelumnya. Pada Lebaran 2025, penerapan one way nasional dilakukan dari Km 414 Tol Kalikangkung hingga Km 70 Tol Cikampek sebagai upaya memperlancar arus kendaraan menuju Jakarta .
Korlantas menyatakan bahwa kebijakan ini akan diterapkan secara situasional, tergantung pada volume kendaraan di lapangan. Bahkan, penerapan one way bisa dilakukan tanpa jeda untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas .
Selain one way, skema lain seperti contraflow, buka-tutup rest area, hingga pengaturan keluar masuk kendaraan di gerbang tol juga akan diberlakukan secara terpadu.
WFH ASN Jadi Kunci Pengurai Kepadatan
