JABARONLINE.COM - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mengumumkan bahwa tren pergerakan pemudik yang mulai meninggalkan wilayah Jakarta dan sekitarnya telah terdeteksi lebih awal dari perkiraan. Pemantauan menunjukkan adanya peningkatan volume kendaraan yang signifikan sejak pertengahan pekan lalu.

Arus mudik yang mengarah keluar Jakarta melalui jaringan jalan tol tercatat mulai terlihat intensitasnya pada Selasa, 2 Maret 2026. Tanggal tersebut bertepatan dengan periode H-19 sebelum Hari Raya Idulfitri 2026.

Fenomena ini tidak hanya melibatkan kendaraan pribadi golongan I yang menjadi fokus utama arus mudik. Peningkatan pergerakan juga tampak pada kendaraan logistik yang berupaya menyelesaikan distribusi sebelum masa pembatasan operasional diberlakukan.

Masa pembatasan operasional kendaraan logistik direncanakan akan dimulai menjelang perayaan besar tersebut, tepatnya pada tanggal 13 Maret 2026 mendatang. Hal ini mendorong percepatan pergerakan barang dan jasa.

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan A Purwantono, memberikan keterangan resmi mengenai analisis pergerakan kendaraan yang telah dilakukan oleh pihaknya. Data menunjukkan adanya tren peningkatan yang stabil.

"Lonjakan pergerakan keluar wilayah Jakarta dan sekitarnya sebenarnya sudah terlihat sejak 23 Februari 2026 atau H-26 Lebaran," ujar Rivan A Purwantono. Pernyataan ini mengindikasikan bahwa pemudik mulai melakukan perjalanan jauh lebih awal.

Pergerakan awal yang terdeteksi sejak H-26 Lebaran tersebut menunjukkan bahwa masyarakat mulai mengantisipasi potensi kepadatan lalu lintas mendekati hari H. Hal ini merupakan perubahan pola perjalanan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

PT Jasa Marga terus memantau kondisi lalu lintas di gerbang-gerbang tol utama untuk memastikan kelancaran meskipun volume kendaraan sudah mulai meningkat, dilansir dari Beritasatu.com. Koordinasi dengan pihak kepolisian juga ditingkatkan menjelang periode puncak arus mudik.

Pihak operator jalan tol mengimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk mempersiapkan perjalanan dengan matang, termasuk memastikan saldo uang elektronik mencukupi dan kondisi kendaraan prima. Antisipasi dini ini penting untuk menghindari penumpukan di gerbang transaksi.