JABARONLINE.COM - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) secara resmi mengumumkan strategi korporasi besar terkait upaya peningkatan modal perusahaan. Langkah ini akan dilakukan melalui mekanisme Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu, yang lebih dikenal sebagai rights issue.
Informasi mengenai rencana aksi korporasi ini dipublikasikan melalui keterbukaan informasi resmi perusahaan kepada publik. Rencana ini menunjukkan komitmen BNBR untuk memperkuat struktur permodalan mereka dalam menghadapi dinamika pasar ke depan.
Berdasarkan dokumen prospektus yang dirilis oleh perseroan pada hari Jumat, tanggal 6 Maret 2026, BNBR berencana untuk menerbitkan sejumlah besar saham baru. Saham baru yang akan diterbitkan ini diklasifikasikan sebagai saham seri E.
Total saham baru yang akan dilepas ke publik mencapai angka substansial, yaitu sekitar 86,7 miliar lembar saham. Setiap saham baru tersebut akan memiliki nilai nominal yang ditetapkan sebesar Rp 12 per lembar saham.
Jumlah saham baru yang akan diterbitkan ini merupakan bagian dari alokasi maksimal yang telah disiapkan sebelumnya oleh perusahaan. Sebelumnya, pemegang saham telah memberikan persetujuan untuk maksimal 90 miliar saham baru.
"BNBR akan menerbitkan sekitar 86,7 miliar saham baru seri E dengan nilai nominal Rp 12 per saham," sebagaimana tercantum dalam prospektus yang dirilis perseroan pada Jumat (6/3/2026), dilansir dari Beritasatu.com.
Jumlah 86,7 miliar saham tersebut, meskipun sangat besar, masih berada di bawah batas maksimal yang telah disetujui para pemegang saham sebelumnya. Batas maksimal persetujuan pemegang saham adalah 90 miliar lembar saham.
Langkah rights issue ini merupakan mekanisme penting bagi perusahaan untuk mendapatkan suntikan dana segar dari pemegang saham eksisting mereka. Dana hasil aksi korporasi ini biasanya dialokasikan untuk keperluan ekspansi atau restrukturisasi utang.
Keputusan untuk melakukan penambahan modal ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan dan operasional PT Bakrie & Brothers Tbk ke depannya. Proses ini mengikuti prosedur pasar modal yang berlaku di Indonesia.
