JABARONLINE.COM - Menjelang periode Hari Raya Idul Fitri, dinamika harga kebutuhan pokok sering kali menunjukkan tren kenaikan signifikan di berbagai daerah. Kondisi ini secara historis dapat menekan daya beli masyarakat luas, terutama kelompok rentan ekonomi.

Namun, Bank Indonesia Perwakilan Sumatera Utara (BI Sumut) mengambil langkah proaktif dengan mengimplementasikan sebuah strategi ekonomi yang cukup mengejutkan di Kota Medan. Langkah ini bertujuan meredam potensi lonjakan harga kebutuhan pokok menjelang hari besar keagamaan.

Program pangan murah yang diluncurkan BI Sumut ini menawarkan komoditas primer seperti daging ayam dan sapi dengan nilai transaksi yang sangat minim. Inisiatif ini dirancang untuk memberikan kelegaan nyata bagi warga Medan dalam memenuhi kebutuhan hari raya.

Terobosan utama dalam program ini adalah penetapan harga yang luar biasa terjangkau, yakni hanya Rp 1 untuk pembelian daging ayam ras dan daging sapi. Syarat utama untuk mendapatkan harga istimewa tersebut adalah melalui mekanisme pembayaran menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Strategi ini dipandang sebagai instrumen kebijakan moneter non-konvensional yang efektif untuk menjaga stabilitas harga di tingkat regional. Selain meringankan beban masyarakat, langkah ini juga memperkuat adopsi sistem pembayaran digital di pasar tradisional.

Upaya BI Sumut ini secara spesifik menyasar berbagai pasar tradisional yang menjadi pusat distribusi pangan utama di wilayah Kota Medan. Program inovatif ini menunjukkan komitmen bank sentral dalam menjaga ketersediaan pangan berkualitas dengan harga yang bersahabat.

Dilansir dari BisnisMarket.com, program pangan murah ini merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas harga pangan menjelang Lebaran 2026. Hal ini menegaskan fokus BI Sumut pada pengendalian inflasi pangan daerah menjelang periode permintaan tinggi.

Program ini diklaim sebagai terobosan brilian yang tidak hanya memberikan dampak langsung pada kantong masyarakat, tetapi juga berfungsi sebagai katalisator untuk menjaga keseimbangan ekonomi daerah secara keseluruhan. Implementasi QRIS pada transaksi ini juga mendorong inklusi keuangan digital.

"Sebuah strategi brilian yang tidak hanya meringankan beban masyarakat, tetapi juga menjadi instrumen ampuh dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah," demikian disampaikan pihak terkait mengenai dampak program ini.