Tren investasi berbasis syariah di pasar modal Indonesia menunjukkan pola yang cukup menarik perhatian para pelaku pasar saat ini. Bursa Efek Indonesia mencatat adanya kecenderungan khusus dari para pemodal dalam memilih instrumen saham tertentu untuk portofolio mereka. Fokus utama mereka saat ini tertuju pada sektor-sektor yang berkaitan langsung dengan kebutuhan harian masyarakat luas.

Investor syariah terpantau sangat menggandrungi saham-saham yang bergerak di sektor barang konsumen nonprimer atau yang dikenal dengan kode IDXCYC. Selain itu, sektor barang konsumen primer yang berkode IDXNCYC juga menjadi pilihan favorit bagi para pemegang modal tersebut di lantai bursa. Kedua sektor ini dinilai memiliki ketahanan yang cukup solid di tengah dinamika ekonomi domestik yang terus mengalami fluktuasi.

Irwan Abdalloh selaku Kepala Divisi Pasar Modal Syariah BEI memberikan penjelasan mendalam mengenai fenomena pemilihan sektor yang spesifik ini. Beliau mengungkapkan bahwa komposisi saham syariah di Indonesia saat ini sudah sangat beragam dan mencakup berbagai industri strategis nasional. Tercatat ada sekitar 672 saham yang masuk dalam kategori syariah dari total emiten yang melantai di bursa nasional. "Sektor barang konsumen nonprimer (IDXCYC) terdapat 124 saham syariah," papar Irwan Abdalloh saat membedah data pertumbuhan pasar modal syariah di Jakarta. Jumlah tersebut setara dengan porsi 18% dari total keseluruhan saham syariah yang tersedia bagi para investor saat ini. Angka ini menunjukkan dominasi yang cukup signifikan dari sektor konsumsi dalam ekosistem investasi berbasis syariah.

Keberadaan ratusan emiten syariah di sektor konsumsi memberikan ruang yang luas bagi investor untuk melakukan diversifikasi aset secara aman. Sektor-sektor ini sering kali dianggap lebih stabil karena produk yang dihasilkan merupakan kebutuhan pokok yang terus dicari oleh masyarakat. Hal ini memperkuat posisi pasar modal syariah sebagai instrumen investasi yang menjanjikan bagi publik di masa depan.

Pertumbuhan minat pada sektor barang konsumen nonprimer mencerminkan optimisme terhadap daya beli masyarakat Indonesia yang terus membaik. BEI terus berupaya memperkuat literasi mengenai saham-saham syariah agar basis investor domestik semakin kokoh dan juga berkelanjutan. Langkah strategis ini diharapkan mampu mendorong volume transaksi harian di pasar modal syariah ke level yang lebih tinggi lagi.

Dengan porsi yang mencapai belasan persen, sektor IDXCYC diprediksi akan tetap menjadi tulang punggung bagi pertumbuhan aset syariah nasional. Para pelaku pasar kini semakin jeli dalam melihat peluang pada emiten-emiten yang memiliki fundamental kuat dan kepatuhan syariah yang terjaga. Kondisi positif ini membawa angin segar bagi perkembangan industri keuangan syariah di tanah air untuk jangka panjang.

Sumber: Beritasatu

https://www.beritasatu.com/ekonomi/2971174/bei-ungkap-saham-kegemaran-investor-syariah