JABARONLINE.COM - Pemerintah Kabupaten Sukabumi menunjukkan respons cepat dan serius dalam menanggapi musibah pergerakan tanah yang baru-baru ini menerjang wilayah Kecamatan Bantargadung. Prioritas utama saat ini adalah meminimalisir dampak lanjutan bencana alam tersebut terhadap masyarakat terdampak.

Langkah konkret segera diimplementasikan oleh jajaran pemerintah daerah menyusul instruksi langsung dari pimpinan tertinggi di lingkup birokrasi kabupaten. Fokus penanganan difokuskan pada aspek kemanusiaan dasar korban bencana.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, secara eksplisit memberikan arahan tegas kepada seluruh satuan kerja perangkat daerah (SKPD). Arahan tersebut menekankan kecepatan dalam pemenuhan kebutuhan esensial para penyintas bencana.

Ade Suryaman menggarisbawahi pentingnya penyediaan logistik yang memadai dan fasilitas sanitasi yang layak bagi warga yang terdampak pergerakan tanah tersebut. Hal ini menjadi indikator kesiapan pemerintah daerah dalam mitigasi dampak sosial.

Instruksi krusial ini disampaikan secara resmi oleh Sekda Ade Suryaman saat memimpin sebuah rapat koordinasi penting. Pertemuan tersebut dilaksanakan di Aula Utama Pendopo Sukabumi pada hari Kamis, tanggal 5 Maret 2026.

Rapat koordinasi tersebut dirancang untuk merumuskan strategi penanganan bencana yang komprehensif dan berlapis. Fokus pembahasan mencakup penentuan langkah taktis mulai dari respons jangka pendek hingga perencanaan jangka menengah dan panjang.

Mengenai instruksi tegas yang diberikan, Ade Suryaman menegaskan bahwa seluruh perangkat daerah harus bergerak sigap. Ia menyatakan bahwa "Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman, menginstruksikan seluruh jajaran perangkat daerah untuk segera melengkapi kebutuhan logistik hingga sanitasi bagi para korban."

Lebih lanjut, proses perumusan strategi penanganan bencana tersebut juga melibatkan pemetaan kebutuhan mendesak. Ade Suryaman menyampaikan, "Instruksi tegas ini disampaikan Ade saat memimpin rapat koordinasi (rakor) penanganan bencana di Aula Utama Pendopo Sukabumi, Kamis (5/3/2026)."

Rapat koordinasi tersebut menjadi wadah pengambilan keputusan strategis untuk menghadapi krisis. Rapat itu juga bertujuan untuk merumuskan garis besar langkah-langkah penanganan yang akan segera dieksekusi di lapangan.