JABARONLINE.COM - Beban utang nasional Amerika Serikat (AS) kini telah mencapai level yang mengkhawatirkan, mencatatkan rekor tertinggi dalam sejarah keuangan negara tersebut. Angka ini menunjukkan tekanan fiskal yang semakin mendalam bagi Washington dalam menghadapi tantangan domestik maupun internasional.
Per data per tanggal 17 Maret 2026, total kewajiban utang AS secara resmi telah melampaui ambang batas USD 39 triliun. Angka fantastis ini mencerminkan akumulasi defisit yang berkelanjutan selama beberapa dekade terakhir.
Jika dikonversikan ke dalam mata uang Rupiah dengan kurs rata-rata Rp 17.000 per dolar AS, total utang tersebut setara dengan kurang lebih Rp 663.000 triliun. Nilai nominal ini menempatkan AS pada posisi yang rentan secara ekonomi.
Kenaikan signifikan dalam jumlah utang ini, menurut analisis yang beredar, banyak terjadi terutama selama periode kedua masa jabatan mantan Presiden Donald Trump. Periode tersebut ditandai dengan pemotongan pajak dan peningkatan pengeluaran publik.
Fenomena peningkatan utang ini secara langsung memicu kekhawatiran mendalam mengenai keberlanjutan fiskal negara tersebut dalam jangka panjang. Stabilitas keuangan jangka panjang AS kini menjadi sorotan utama para ekonom global.
Situasi ini menjadi semakin sensitif mengingat Eskalasi Konflik Timur Tengah yang terus memanas. Kebutuhan akan alokasi dana darurat dan dukungan militer dapat semakin menekan anggaran negara yang sudah terbebani utang besar.
Dilansir dari BISNISMARKET.COM, beban utang nasional Amerika Serikat (AS) telah mencapai titik puncaknya, melampaui angka fantastis USD 39 triliun per tanggal 17 Maret 2026. Hal ini menggarisbawahi urgensi penanganan masalah fiskal.
"Beban utang nasional Amerika Serikat (AS) telah mencapai titik puncaknya, melampaui angka fantastis USD 39 triliun per tanggal 17 Maret 2026," demikian dikutip dari sumber berita tersebut.
"Angka ini setara dengan kurang lebih Rp 663.000 triliun jika dikonversikan menggunakan kurs Rp 17.000 per dolar AS," tambah keterangan yang tersedia dari analisis kurs saat itu.
