Bogor – Satu tahun kepemimpinan Bupati Bogor diwarnai klaim tingkat kepuasan publik sebesar 83,29 persen. Angka tersebut dipublikasikan sebagai indikator positif kinerja pemerintahan daerah.

Namun, di balik capaian itu, sejumlah sektor strategis masih menunjukkan pekerjaan rumah yang tidak ringan.

Data yang dipaparkan dalam rilis resmi pemerintah daerah sendiri mengakui beberapa bidang masih memerlukan penguatan. Sektor ekonomi tercatat di angka 72,94 persen, ketenagakerjaan 73,56 persen, pertanian 72,88 persen, dan transportasi 74,25 persen. Angka-angka tersebut berada di bawah tingkat kepuasan umum yang diklaim mencapai lebih dari 83 persen.

Artinya, terdapat selisih persepsi yang cukup signifikan antara kepuasan keseluruhan dan penilaian terhadap sektor-sektor fundamental penopang kehidupan masyarakat.

Pelayanan Dasar Masih Jadi Sorotan

Dalam bidang pelayanan dasar, pendidikan memperoleh 86,44 persen, kesehatan 85,94 persen, dan keamanan 84,44 persen. Meski tergolong tinggi, capaian ini tetap menyisakan ruang evaluasi, terutama pada aspek kualitas layanan di lapangan, pemerataan fasilitas, serta akses bagi masyarakat di wilayah terpencil.

Pengamat kebijakan publik menilai, angka kepuasan yang tinggi perlu dibarengi transparansi metodologi survei. Publik perlu mengetahui jumlah responden, sebaran wilayah, margin of error, serta lembaga pelaksana survei agar klaim tersebut memiliki legitimasi kuat.

Tantangan Ekonomi dan Lapangan Kerja

Sektor ekonomi dan ketenagakerjaan menjadi perhatian utama. Di tengah dinamika harga kebutuhan pokok dan tantangan daya beli masyarakat, kebijakan yang bersifat struktural dinilai lebih dibutuhkan dibanding sekadar program jangka pendek.