JABARONLINE.COM – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi mempertegas komitmennya dalam mempercepat pembangunan infrastruktur dasar pada tahun anggaran 2026. Melalui perencanaan yang terukur, perangkat daerah ini menempatkan peningkatan aksesibilitas sebagai prioritas utama dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026.

Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Uus Firdaus, menjelaskan bahwa alokasi anggaran infrastruktur telah dirancang untuk menjawab kebutuhan mendasar masyarakat. Fokus utama program kerja tahun ini adalah memperkuat konektivitas antarwilayah serta meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Program prioritas kami meliputi peningkatan kondisi jalan, pembangunan serta perbaikan jembatan, dan penguatan jaringan irigasi. Semua ini bertujuan agar manfaatnya dapat langsung dirasakan oleh masyarakat,” ujar Uus pada Jumat (6/3/2026).

Mengingat wilayah Kabupaten Sukabumi yang luas dengan kondisi geografis beragam, Uus menekankan pentingnya pemerataan infrastruktur, khususnya di daerah perdesaan. Pembangunan jalan penghubung dan jembatan antarwilayah dipandang sebagai kunci utama untuk memperlancar mobilitas warga serta mempercepat distribusi hasil perekonomian.

Selain sektor transportasi, Dinas PU juga memberikan perhatian serius pada sektor pertanian melalui pemeliharaan jaringan irigasi. Langkah ini diambil untuk mendukung ketahanan pangan dan menjaga keberlangsungan produksi pertanian di daerah.

Dalam APBD 2026, total belanja daerah Kabupaten Sukabumi ditetapkan sebesar Rp4,065 triliun. Sebagai salah satu instansi strategis, Dinas PU berkomitmen menjalankan kebijakan belanja infrastruktur secara efisien, transparan, dan akuntabel.

“Kami menerapkan perencanaan yang matang dan pelaksanaan secara bertahap. Hal ini dilakukan agar anggaran digunakan secara tepat sasaran dan memberikan dampak ekonomi yang maksimal bagi masyarakat,” tegas Uus.

Guna memastikan seluruh program berjalan optimal, Dinas PU terus memperkuat koordinasi dengan DPRD Kabupaten Sukabumi serta perangkat daerah terkait lainnya. Sinergi lintas sektor ini dinilai krusial agar pembangunan infrastruktur dapat berjalan berkesinambungan.

“Melalui peran ini, kami berharap dapat menjadi penggerak utama dalam pemerataan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat menuju Sukabumi Mubarakah,” pungkasnya.