JABARONLINE.COM - Pergerakan pasar komoditas logam mulia menunjukkan tren pelemahan untuk emas pada perdagangan hari Kamis, 12 Maret 2026. Penurunan ini terjadi secara simultan dengan menguatnya kinerja mata uang dolar Amerika Serikat di pasar global.
Kondisi ini juga dipicu oleh berkurangnya optimisme pasar mengenai prospek penurunan suku bunga acuan dalam waktu dekat. Faktor fundamental ini secara historis memberikan tekanan terhadap harga emas yang tidak menghasilkan imbal hasil.
Menurut data perdagangan, harga emas spot tercatat mengalami koreksi sebesar 0,3 persen. Penurunan tersebut menempatkan harga emas spot pada level US$ 5.159,04 per ons pada pukul 10.08 waktu New York.
Sementara itu, pasar kontrak berjangka emas Amerika Serikat juga mengikuti tren penurunan yang sama. Kontrak untuk pengiriman bulan April menunjukkan pelemahan dengan persentase yang setara, yaitu 0,3 persen.
Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April tersebut diperdagangkan di angka US$ 5.165,10 per ons pada saat pemantauan dilakukan. Informasi ini didapatkan dari perkembangan pasar di pusat perdagangan global.
Dilansir dari Beritasatu.com, pergerakan harga ini merupakan respons pasar terhadap dinamika makroekonomi terkini. Penguatan dolar AS secara langsung membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
Laporan situasi perdagangan di London juga mengonfirmasi adanya tekanan jual yang mendominasi pasar logam mulia tersebut. Hal ini terlihat dari perbandingan data pergerakan harga emas spot dan berjangka.
Menariknya, meskipun emas melemah, logam mulia lainnya menunjukkan kinerja yang berbeda. Perak, misalnya, dilaporkan mengalami kenaikan tipis sebesar 0,6 persen pada periode yang sama.
"Harga emas spot turun 0,3% menjadi US$ 5.159,04 per ons pada pukul 10.08 waktu New York," demikian disebutkan dalam laporan perkembangan pasar komoditas.
