JABARONLINE.COM - Pergerakan pasar komoditas logam mulia menunjukkan tren penurunan pada perdagangan siang hari ini, Kamis (12/3/2026). Penurunan ini terjadi seiring dengan dinamika yang terjadi pada pasar keuangan global, terutama yang melibatkan mata uang utama dunia.
Salah satu faktor utama yang menekan harga emas adalah menguatnya nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS). Penguatan dolar secara historis cenderung berbanding terbalik dengan pergerakan harga emas yang dihargai dalam mata uang tersebut.
Selain itu, sentimen pasar menunjukkan adanya perubahan ekspektasi mengenai kebijakan moneter bank sentral AS. Harapan pasar terhadap stimulus berupa pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat terlihat semakin memudar.
Faktor lain yang turut memberikan tekanan adalah lonjakan harga energi yang terjadi belakangan ini. Kenaikan harga energi memicu kekhawatiran akan potensi inflasi yang lebih tinggi di masa mendatang.
Kekhawatiran inflasi ini, meskipun biasanya mendukung emas sebagai lindung nilai, dalam konteks penguatan dolar justru menekan pergerakan logam mulia tersebut di sesi siang ini.
Dilansir dari Reuters, data menunjukkan bahwa harga emas spot tercatat mengalami penurunan sebesar 0,4% pada pukul 12.45 WIB. Angka tersebut menempatkan harga emas spot di level US$ 5.153,79 per ons troi pada saat itu.
"Harga emas spot tercatat turun 0,4% menjadi US$ 5.153,79 per ons troi pada pukul 12.45WIB," demikian informasi yang didapatkan dari sumber tersebut, dilansir dari Reuters.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS yang menjadi acuan untuk pengiriman bulan April 2025 juga menunjukkan pelemahan. Kontrak berjangka tersebut melemah tipis sebesar 0,4% dari sesi sebelumnya.
Kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman April 2025 ditutup melemah 0,4% ke level US$ 5.159,20 per ons troi, mengikuti jejak pergerakan emas spot di pasar internasional.
