JABARONLINE. COM, – Wakil Ketua DPRD Jawa Barat, Iwan Suryawan, mendukung langkah pemerintah pusat dalam menerapkan kebijakan efisiensi nasional. Namun, ia menegaskan agar sektor pendidikan tetap berjalan secara tatap muka dan tidak dialihkan ke pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Menurut Iwan, kebijakan efisiensi memang penting di tengah dinamika global, khususnya terkait energi. Meski begitu, ia menilai sektor pendidikan tidak seharusnya menjadi objek penghematan dengan mengurangi aktivitas belajar di sekolah.

“Kami mendukung penuh upaya pemerintah pusat dalam efisiensi energi dan anggaran. Namun, pendidikan harus tetap berjalan tatap muka karena interaksi guru dan siswa tidak tergantikan,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

Sebagai solusi, Iwan mengusulkan optimalisasi energi terbarukan di lingkungan sekolah, salah satunya melalui pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap di gedung SMA dan SMK di Jawa Barat.

Menurutnya, penggunaan panel surya dapat menekan beban listrik operasional sekolah secara signifikan, bahkan hingga lebih dari 30 persen. Langkah ini dinilai lebih efektif dibandingkan penerapan PJJ yang berpotensi menurunkan kualitas pembelajaran.

Selain itu, ia juga mendorong pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) bagi sekolah di wilayah pelosok. Potensi aliran sungai lokal dinilai mampu menjadi sumber energi mandiri yang berkelanjutan.

“Sekolah harus menjadi pelopor efisiensi energi. Kita bisa menghemat tanpa harus menghentikan pembelajaran tatap muka,” katanya.

Iwan juga mengingatkan bahwa kebijakan PJJ berisiko terhadap perkembangan sosial dan karakter siswa. Ia menilai interaksi langsung di sekolah merupakan bagian penting dalam proses pendidikan yang tidak bisa digantikan teknologi.

Sementara itu, pemerintah pusat melalui Menko PMK Pratikno sebelumnya mengkaji opsi PJJ sebagai langkah pengurangan mobilitas guna menekan konsumsi energi nasional mulai April 2026. Kebijakan tersebut masih dalam tahap evaluasi.