Diskursus mengenai tujuan eksistensi manusia di alam semesta merupakan tema sentral dalam teologi Islam yang tidak pernah habis dikaji. Secara ontologis, keberadaan manusia dan jin bukanlah sebuah kebetulan kosmik, melainkan sebuah rancangan agung yang memiliki orientasi tunggal. Para ulama mufassir menekankan bahwa seluruh perangkat kehidupan yang diberikan kepada manusia, mulai dari akal hingga panca indera, merupakan sarana untuk mencapai satu titik kulminasi, yaitu pengabdian mutlak kepada Sang Pencipta. Penegasan ini ditemukan dalam fondasi Al-Quran yang menjadi pilar utama dalam memahami posisi makhluk di hadapan Khaliq.

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ مَا أُرِيدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَنْ يُطْعِمُونِ إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ

Terjemahan dan Tafsir Mendalam:

Sumber: Muslimchannel