JABARONLINE.COM - Pergerakan harga emas global menunjukkan dinamika yang cukup menarik pada penutupan perdagangan sore hari ini, Jumat (6/3/2026). Kenaikan tipis berhasil dicatatkan oleh logam mulia tersebut menyusul meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Meskipun terjadi kenaikan harian, prospek harga emas dalam sepekan terakhir tetap dibayangi oleh isu sentral mengenai tingkat inflasi yang masih berada di level tinggi secara global. Hal ini menjadi faktor penekan utama bagi valuasi emas.
Permintaan akan aset yang dianggap aman (safe haven) kembali meningkat tajam seiring memanasnya situasi politik regional di Timur Tengah. Peningkatan permintaan ini secara alami mendorong apresiasi harga emas spot sesaat.
Menurut data terkini yang berhasil dihimpun, harga emas spot tercatat mengalami peningkatan sebesar 0,3% pada sore hari ini. Pukul 16.42 WIB, harganya menyentuh level US$ 5.093,76 per ons troi.
Data tersebut diperoleh dari kantor berita internasional yang memantau pergerakan komoditas secara langsung. Perlu dicatat bahwa kenaikan harian ini belum mampu menghapus kerugian yang terakumulasi sepanjang pekan.
Secara agregat selama sepekan penuh, logam mulia ini justru harus menerima kenyataan pahit dengan penurunan akumulatif lebih dari 3%. Penurunan ini cukup signifikan mengingat tren kenaikan yang sempat dipertahankan sebelumnya.
Pelemahan mingguan ini mengakhiri rentetan tren kenaikan yang telah berlangsung selama empat pekan berturut-turut. Pasar kini tengah menimbang antara risiko geopolitik versus ancaman inflasi jangka panjang.
"Harga emas spot tercatat naik 0,3% menjadi US$ 5.093,76 per ons troi pada pukul 16.42 WIB," demikian informasi yang didapatkan dilansir dari Reuters. Data ini mengonfirmasi adanya dorongan sesaat di akhir pekan.
Lebih lanjut, mengenai tren jangka pendek, terdapat catatan bahwa "secara mingguan, emas telah turun lebih dari 3%, mengakhiri tren kenaikan selama empat pekan terakhir," ungkap sumber tersebut.
