Fenomena lulusan luar negeri yang enggan pulang ke Indonesia kini menjadi sorotan tajam di ruang publik. Banyak alumni program beasiswa bergengsi merasa khawatir terhadap kondisi ekosistem industri nasional yang dianggap belum siap menampung keahlian mereka. Isu ini memicu diskusi hangat mengenai masa depan sumber daya manusia unggul yang telah dibiayai oleh negara.

Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), Sudarto, secara resmi menanggapi keresahan yang dialami oleh para awardee tersebut di Jakarta. Sejumlah alumni mengeluhkan sulitnya mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan kualifikasi pendidikan tinggi yang mereka peroleh dari mancanegara. Sudarto menegaskan bahwa pihak lembaga sedang berupaya mencari jalan keluar terbaik atas persoalan penyerapan tenaga kerja ini.

Ketakutan utama para alumni terletak pada kapasitas industri dalam negeri yang dinilai belum cukup kuat untuk menyerap tenaga kerja spesialis. Banyak lulusan universitas top dunia merasa terjebak dalam situasi dilematis antara idealisme membangun bangsa dan realitas lapangan kerja yang terbatas. Mereka menganggap ada kesenjangan besar antara ilmu yang didapat dengan kebutuhan pasar di Indonesia saat ini.

Berdasarkan laporan yang diterima, beberapa awardee mengungkapkan bahwa pelaku industri di Tanah Air sering kali merasa enggan merekrut mereka. Alasan utamanya adalah anggapan bahwa para lulusan ini masuk dalam kategori overqualified atau memiliki kualifikasi yang terlalu tinggi bagi posisi yang tersedia. Hal ini menciptakan hambatan profesional bagi mereka yang sebenarnya ingin berkontribusi langsung di tanah air.

Kondisi tersebut dikhawatirkan akan berdampak pada meningkatnya potensi kehilangan talenta terbaik ke negara lain yang lebih menghargai keahlian mereka. Jika ekosistem industri tidak segera berbenah, investasi besar pemerintah dalam bentuk beasiswa terancam tidak memberikan hasil optimal bagi pembangunan nasional. Sektor swasta dan pemerintah perlu menyelaraskan visi untuk menciptakan ruang produktif bagi para ahli ini.

Sudarto menyatakan bahwa pihaknya terus melakukan evaluasi mendalam terhadap pola penyerapan alumni di berbagai sektor industri strategis. LPDP berkomitmen untuk menjembatani komunikasi antara lulusan luar negeri dengan para pemangku kepentingan di dunia usaha nasional. Langkah strategis sangat diperlukan agar setiap individu yang kembali memiliki peran yang signifikan dan terukur di Indonesia.

Harapannya, solusi konkret dapat segera ditemukan untuk mengatasi ketimpangan antara kualifikasi lulusan dan kebutuhan industri yang ada. Transformasi ekonomi Indonesia sangat bergantung pada kemampuan negara dalam memberdayakan sumber daya manusia yang berkualitas global secara tepat guna. Sinergi antara dunia pendidikan dan dunia kerja menjadi kunci utama penyelesaian masalah klasik beasiswa ini.

Sumber: Beritasatu

https://www.beritasatu.com/ekonomi/2971166/dirut-lpdp-cari-solusi-alumni-yang-sulit-dapat-kerja-di-ri