JABARONLINE— Women Crisis Center (WCC) Perempuan Nusantara menggelar acara publik di SCTV Tower, Jakarta, sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Perempuan Internasional. Acara ini menghadirkan preview film Suamiku, Lukaku karya sutradara Sharad Shard dan Viva Westi, produksi SinemArt, yang mengangkat isu kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dan keberanian perempuan untuk bersuara.

Dalam sesi diskusi bertema "Melalui Film, Kolaborasi Multi Pihak Dalam Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Dalam Rumah Tangga", Sutradara Viva Westi menekankan pentingnya membingkai realitas kekerasan dengan pendekatan edukatif.

“Kami ingin menunjukkan batas kesabaran dan hal-hal yang tidak bisa ditoleransi dalam kekerasan. Yang harus kita lakukan adalah memutus rantai kekerasan tersebut,” ujarnya. 

Ia juga menyoroti bagaimana agama kerap disalahgunakan untuk melanggengkan kekerasan, sehingga film ini berupaya membuka ruang refleksi kritis bagi masyarakat.

Isu anak sebagai korban maupun pelaku turut dibahas. Menurut narasumber, trauma anak harus diurai melalui konseling psikologis, komunikasi dengan teman sebaya, serta dukungan lingkungan agar luka batin dapat perlahan disembuhkan. “Pembagian pola asuh harus berpusat pada anak. Konseling menjadi langkah pertama, sementara perceraian adalah keputusan paling akhir, bukan pilihan utama,” tegasnya.

Sebagai penutup, produser Viva Westi dan Sharad Sharan menyampaikan harapan besar: “Banyak perempuan kehilangan ruang untuk bersuara di rumahnya sendiri dan dibungkam oleh orang yang dipercayanya. Semoga melalui Suamiku Lukaku lebih banyak perempuan sadar untuk memperjuangkan hak dan martabatnya. Sudah waktunya perempuan diidentifikasikan dengan keberanian.”

Siti Husna dari WCC Puantara menambahkan, “WCC hadir untuk mendengar, mendampingi, dan memberdayakan.” Lembaga ini berkomitmen pada pencegahan dan penanganan kasus kekerasan berbasis gender melalui edukasi publik, pendampingan, dan advokasi kebijakan.

Acara yang berlangsung pada Sabtu, 7 Maret 2026 pukul 13.00–15.30 WIB di lantai 19 SCTV Tower ini menjadi momentum penting untuk mengingatkan bahwa kekerasan dalam rumah tangga bukanlah masalah privat semata, melainkan isu sosial yang membutuhkan kolaborasi multi pihak. Melalui film dan diskusi publik, WCC Puantara mengajak masyarakat untuk bersama-sama menciptakan ruang aman bagi perempuan dan anak.*