JABARONLINE.COM - Pernyataan tegas datang dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengenai kondisi perekonomian Indonesia saat ini. Ia secara eksplisit membantah spekulasi yang mengaitkan pelemahan nilai tukar rupiah dan koreksi tajam di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebagai sinyal mendekati krisis atau resesi.

Kekhawatiran publik muncul seiring dengan pergerakan mata uang Garuda yang sempat menunjukkan tekanan signifikan pada awal pekan ini. Pergerakan ini menjadi sorotan utama di tengah dinamika pasar keuangan global dan domestik.

Dilansir dari Beritasatu.com, Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan pandangan pemerintah bahwa fundamental ekonomi di dalam negeri masih menunjukkan ketahanan. Ia menekankan bahwa sektor riil masih berada dalam lintasan ekspansi yang positif.

Perhatian tertuju pada data pergerakan rupiah pada Senin, 9 Maret 2026. Mata uang domestik sempat menyentuh level Rp 17.009 per dolar Amerika Serikat pada sesi perdagangan pagi hari.

Pelemahan tersebut tercatat sekitar 0,50% jika dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan hari Jumat sebelumnya yang berada di level Rp 16.925 per dolar AS. Angka ini menunjukkan adanya volatilitas intraday yang cukup tinggi.

Meskipun sempat tertekan, rupiah menunjukkan adanya pemulihan moderat menjelang penutupan hari perdagangan tersebut. Pada akhir sesi sore, nilai tukar rupiah berhasil ditutup pada posisi yang lebih baik, yaitu di level Rp 16.949 per dolar AS.

Menanggapi gejolak ini, Menteri Keuangan menegaskan bahwa situasi tersebut tidak boleh diinterpretasikan sebagai tanda kemunduran ekonomi secara makro. Pemerintah tetap optimis terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.

"Pelemahan nilai tukar rupiah dan koreksi tajam di pasar saham tidak menandakan perekonomian Indonesia sedang menuju krisis atau resesi," ujar Purbaya Yudhi Sadewa, menegaskan posisi pemerintah.

Ia juga menambahkan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan pasar dan siap mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga stabilitas ekonomi. Fundamental ekonomi domestik dinilai masih kokoh dan berada pada fase ekspansi, kata beliau.