JABARONLINE.COM - Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan resmi meluncurkan inisiatif baru untuk memperkuat kompetensi tenaga kerja muda di tanah air. Langkah strategis ini diwujudkan melalui penyediaan program pelatihan vokasi nasional yang dirancang khusus bagi para alumni sekolah menengah. Agenda besar tersebut dijadwalkan mulai menyapa masyarakat pada April 2026 mendatang sebagai solusi tantangan industri modern.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengungkapkan bahwa fokus utama program ini adalah meningkatkan daya saing lulusan SMA dan SMK. Pada tahap awal pelaksanaannya, pemerintah mematok target ambisius untuk menyerap sedikitnya 20.000 peserta dari berbagai wilayah. Angka ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menciptakan ekosistem kerja yang lebih produktif dan terampil di masa depan.
Program ini menyasar kelompok spesifik, yakni mereka yang telah menyelesaikan pendidikan menengah dalam rentang waktu tiga tahun terakhir. Kriteria tersebut dipilih agar para pencari kerja muda tetap memiliki relevansi keterampilan dengan kebutuhan pasar yang terus berubah. Pemerintah memandang bahwa masa transisi setelah lulus merupakan periode krusial untuk diberikan intervensi berupa keahlian praktis.
Menaker Yassierli menegaskan bahwa persiapan matang sedang dilakukan oleh pihak kementerian guna memastikan kualitas pelatihan tetap terjaga. "Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) menyiapkan program pelatihan vokasi nasional bagi lulusan SMA dan SMK," tuturnya di Jakarta. Beliau menambahkan bahwa sinergi antarlembaga akan menjadi kunci suksesnya implementasi kebijakan berskala nasional ini.
Implementasi program ini diprediksi akan memberikan dampak signifikan terhadap penurunan angka pengangguran terbuka di kalangan pemuda Indonesia. Dengan bekal sertifikasi vokasi, para lulusan diharapkan tidak hanya sekadar mencari kerja, tetapi juga siap bersaing di level global. Kemenaker optimis bahwa langkah ini akan mempercepat penyerapan tenaga kerja di sektor-sektor industri strategis.
Hingga saat ini, Kemenaker terus mematangkan kurikulum dan infrastruktur pendukung di berbagai balai latihan kerja di seluruh Indonesia. Koordinasi intensif dengan sektor swasta juga dilakukan agar materi pelatihan selaras dengan permintaan dunia usaha saat ini. Proses pendaftaran dan seleksi nantinya akan dilakukan secara transparan guna menjaring talenta-talenta muda yang paling potensial.
Rencana besar yang akan dimulai dua tahun lagi ini menjadi angin segar bagi dunia pendidikan dan ketenagakerjaan nasional. Melalui investasi pada sumber daya manusia, pemerintah berharap dapat mencetak generasi emas yang mandiri secara ekonomi. Program vokasi nasional ini diharapkan menjadi tonggak sejarah baru dalam transformasi ketenagakerjaan di bawah kepemimpinan Menaker Yassierli.
Sumber: Beritasatu
