JABARONLINE.COM - Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah mencapai puncaknya pada awal Maret 2026. Eskalasi militer yang melibatkan tiga kekuatan besar—Amerika Serikat, Israel, dan Iran—telah mengirimkan gelombang kejut yang signifikan ke seluruh pasar energi internasional.

Dampak langsung dari konfrontasi bersenjata ini terlihat jelas pada sektor komoditas vital. Harga minyak mentah dunia dilaporkan meroket tajam, menandakan potensi krisis energi global yang serius.

Kenaikan harga komoditas energi ini sontak memicu kekhawatiran besar di berbagai negara. Indonesia, sebagai salah satu importir energi, bersiap menghadapi potensi lonjakan biaya Bahan Bakar Minyak (BBM) dalam waktu dekat.

Situasi global yang memanas ini menciptakan tekanan inflasi yang signifikan, terutama pada sektor transportasi dan industri yang sangat bergantung pada energi fosil. Pemerintah di seluruh dunia kini tengah mencari strategi mitigasi terhadap guncangan harga ini.

Namun, di tengah desakan publik global mengenai kenaikan harga bensin, sikap yang ditunjukkan oleh pemimpin Amerika Serikat justru menjadi sorotan tajam. Presiden AS Donald Trump menunjukkan respons yang sangat kontras dengan kondisi pasar yang sedang bergolak.

"Eskalasi militer yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran di awal Maret 2026 telah mengirimkan gelombang kejut ke pasar energi global," demikian dilaporkan oleh BisnisMarket.com dari JAKARTA.

"Harga minyak mentah dunia meroket tajam, memicu kekhawatiran akan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia," tambah laporan tersebut.

Yang paling menarik perhatian adalah sikap Washington terhadap dampaknya di dalam negeri. Presiden Donald Trump justru menunjukkan sikap yang sangat kontras dengan mengabaikan lonjakan harga bensin di negaranya sendiri saat krisis internasional terjadi.

Di tengah tekanan inflasi energi yang meningkat secara dramatis ini, publik menantikan langkah konkret dari Gedung Putih untuk menstabilkan harga di tingkat domestik Amerika Serikat.