JABARONLINE.COM - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi menyuarakan imbauan penting kepada seluruh siswa di Indonesia. Imbauan ini berfokus pada perubahan kecil dalam rutinitas harian menuju sekolah.

Dorongan ini merupakan tindak lanjut konkret dari arahan yang telah disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto mengenai upaya kolektif dalam meningkatkan efisiensi penggunaan energi nasional. Kebijakan ini mengedepankan kesadaran lingkungan di tingkat akar rumput.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, secara spesifik mengarahkan perhatian pada siswa yang jarak rumahnya relatif dekat dengan institusi pendidikan mereka. Pendekatan ini bertujuan untuk mengurangi ketergantungan pada kendaraan bermotor.

"Jadi misalnya kita imbau kalau yang rumahnya dekat dari sekolah, ya kalau memang kira-kira aman dan nyaman saya kira tidak ada salahnya jalan kaki misalnya kan, atau kembali kepada kebiasaan bersepeda," tutur Abdul Mu'ti kepada awak media saat ditemui di Gedung A Kemendikdasmen, Senayan, Jakarta Pusat, pada Senin (30/3/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Menteri Mu'ti dalam rangkaian acara Halabihalal yang diselenggarakan oleh internal Kemendikdasmen pada hari itu. Momen ini dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan strategis kementerian.

Lebih lanjut, Menteri Mu'ti menekankan bahwa manfaat dari kebiasaan ini melampaui sekadar penghematan bahan bakar semata. Aktivitas berjalan kaki dan bersepeda memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan kualitas kesehatan para pelajar.

Menurut pandangan Mendikdasmen, mendorong mobilitas aktif ini sejalan dengan upaya membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas tetapi juga memiliki gaya hidup yang lebih bugar secara fisik. Hal ini merupakan investasi jangka panjang bagi kesehatan publik.

Beliau juga mengingatkan bahwa kebiasaan sederhana ini sebenarnya pernah menjadi norma umum dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Pola hidup aktif ini sempat menguat kembali ketika terjadi pembatasan mobilitas selama masa pandemi COVID-19 lalu.

Oleh karena itu, Kemendikdasmen berharap agar kebiasaan bersepeda dan berjalan kaki ini dapat diadopsi kembali secara berkelanjutan oleh siswa, sejalan dengan visi efisiensi energi yang digagas pemerintah pusat.