JABARONLINE.COM - Pemerintah daerah dan pelaku usaha di Gorontalo tengah menyoroti isu fundamental yang sangat mempengaruhi iklim investasi dan pergerakan roda ekonomi lokal. Fokus utama saat ini adalah menjaga stabilitas harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang dinilai menjadi kunci utama.

Kestabilan harga energi fosil ini dianggap sebagai prasyarat mendasar sebelum melangkah lebih jauh dalam upaya penguatan struktur ekonomi regional. Segala upaya peningkatan ekonomi akan terhambat jika terjadi fluktuasi harga BBM yang signifikan dan tidak terduga.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Gorontalo, yang menekankan pentingnya kepastian harga energi bagi sektor produksi dan distribusi. Kepastian ini sangat dibutuhkan oleh para pelaku usaha untuk merencanakan anggaran operasional mereka.

Menurutnya, ketika harga BBM berada dalam kondisi stabil, biaya logistik dan transportasi dapat diprediksi dengan baik oleh perusahaan. Prediktabilitas biaya operasional ini lantas akan berdampak langsung pada penetapan harga jual komoditas di pasar.

"Stabilitas harga BBM ini adalah kunci penguatan ekonomi daerah," ujar Wakil Ketua Umum Kadin Gorontalo, menegaskan bahwa energi adalah urat nadi pergerakan bisnis. Kutipan ini menekankan bahwa BBM bukan sekadar komoditas, melainkan penentu utama kesehatan ekonomi lokal.

Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa sektor pertanian dan perikanan, yang menjadi tulang punggung ekonomi Gorontalo, sangat sensitif terhadap kenaikan biaya bahan bakar. Aktivitas penangkapan ikan dan distribusi hasil panen memerlukan konsumsi BBM yang besar.

"Kalau harga BBM naik, otomatis biaya produksi akan naik, dan ini akan berdampak pada inflasi daerah," kata Wakil Ketua Umum Kadin Gorontalo. Pernyataan ini menyoroti rantai dampak inflasi yang bermula dari sektor energi hingga ke tingkat konsumen akhir.

Oleh karena itu, Kadin Gorontalo mendesak adanya kebijakan yang mampu menjaga harga BBM tetap terjangkau dan tidak mengalami gejolak tajam. Upaya ini penting untuk memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga dan investasi terus mengalir masuk ke Provinsi Gorontalo.

"Kami berharap pemerintah pusat dapat terus memperhatikan kondisi daerah dan menjaga agar harga BBM subsidi maupun non-subsidi tetap terkendali demi kepentingan bersama," sebut Wakil Ketua Umum Kadin Gorontalo. Permintaan ini menunjukkan kolaborasi yang diharapkan antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi.