Bulan suci Ramadan selalu identik dengan pelaksanaan salat Tarawih yang biasanya dilakukan secara berjamaah di masjid. Namun, bagi umat Muslim yang memiliki kendala untuk keluar rumah, ibadah sunah ini tetap bisa dilaksanakan secara mandiri atau munfarid. Melaksanakan Tarawih di rumah tidak mengurangi nilai pahala asalkan dilakukan dengan tata cara yang benar sesuai syariat Islam.
Langkah awal yang paling krusial dalam memulai salat Tarawih adalah melafalkan niat dengan tulus di dalam hati. Untuk pelaksanaan sendiri, bacaan niat yang benar adalah "Ushalli sunnatat Tarawīhi rak‘ataini mustaqbilal qiblati lillāhi ta‘ālā". Niat ini menegaskan bahwa seseorang sedang menjalankan ibadah sunah Tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah SWT semata.
Secara teknis, tata cara salat Tarawih di rumah tidak memiliki perbedaan mencolok dengan salat fardu pada umumnya. Ibadah ini dilakukan dalam kelipatan dua rakaat dengan satu kali salam pada setiap akhir pasangan rakaat tersebut. Umat Muslim dibebaskan memilih jumlah rakaat yang ingin dijalankan, baik itu delapan rakaat maupun dua puluh rakaat, sesuai dengan kemantapan hati.
Berdasarkan tuntunan agama, pelaksanaan salat Tarawih secara mandiri tetap dianggap sah dan memiliki landasan hukum yang kuat. Para ulama menyebutkan bahwa Rasulullah SAW pun pernah melaksanakan salat malam ini di kediaman beliau untuk menghindari anggapan bahwa Tarawih adalah ibadah wajib. Hal ini memberikan fleksibilitas bagi umat yang ingin mengejar keberkahan malam Ramadan di tengah kondisi tertentu.
Fleksibilitas pelaksanaan di rumah memungkinkan setiap individu untuk mengatur waktu ibadah mereka dengan lebih tenang dan khusyuk. Selain itu, melaksanakan Tarawih secara munfarid juga menjadi solusi efektif bagi mereka yang sedang menjaga kesehatan atau memiliki tanggung jawab keluarga. Suasana rumah yang tenang diharapkan mampu meningkatkan kualitas spiritualitas seseorang selama bulan penuh ampunan ini.
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian salat Tarawih, sangat dianjurkan untuk menutup ibadah tersebut dengan salat Witir sebagai penggenap. Salat Witir bisa dilakukan sebanyak tiga rakaat, baik dengan skema dua kali salam maupun satu kali salam secara langsung. Penutupan ini menjadi penyempurna rangkaian ibadah malam yang membawa kedamaian bagi setiap hamba yang mengerjakannya.
Dengan memahami panduan dan niat yang tepat, tidak ada alasan lagi bagi umat Muslim untuk melewatkan keutamaan salat Tarawih. Ibadah yang dilakukan dengan penuh keikhlasan di dalam rumah tetap akan mendapatkan ganjaran yang berlipat ganda dari Allah SWT. Semoga panduan praktis ini membantu masyarakat dalam menjalankan rutinitas ibadah Ramadan dengan lebih optimal dan bermakna.
Sumber: Bansos.medanaktual
.png)
.png)
