JABARONLINE.COM - Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan pembukaan sesi I yang sangat positif pada hari Kamis, 5 Maret 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) langsung menorehkan kenaikan signifikan, berhasil melesat 2,15 persen dari posisi penutupan sebelumnya. Kenaikan agresif ini membawa IHSG bertengger di level impresif 7.740,163 poin.

Lonjakan tajam ini terjadi hanya dalam kurun waktu 19 menit pertama setelah pasar dibuka resmi di pagi hari. Momentum penguatan ini mengindikasikan adanya sentimen positif yang kuat dari para pelaku pasar domestik maupun investor. Mayoritas sektor saham tercatat bergerak kompak dan berada dalam zona hijau, mendorong kenaikan indeks utama secara keseluruhan.

Data perdagangan sesi awal menunjukkan adanya aktivitas beli yang cukup masif di lantai bursa. Tercatat sebanyak 6,6 miliar lembar saham telah berpindah tangan dalam transaksi awal tersebut. Nilai total transaksi yang tercatat mencapai Rp 3,4 triliun, menegaskan likuiditas pasar yang cukup tinggi pada pagi hari ini.

Aktivitas transaksi juga ditandai dengan frekuensi perdagangan yang mencapai angka 362.122 kali hingga waktu pencatatan data tersebut. Distribusi pergerakan saham menunjukkan dominasi kenaikan yang signifikan dibandingkan penurunan. Sebanyak 569 saham berhasil membukukan kenaikan harga yang dicari investor.

Sementara itu, jumlah saham yang mengalami pelemahan atau terkoreksi harganya relatif kecil dibandingkan dengan yang menguat. Hanya tercatat 79 saham yang harus rela ditutup di zona merah pada periode awal perdagangan ini. Selain itu, sebanyak 70 saham lainnya dilaporkan bertahan stagnan tanpa perubahan berarti.

Performa positif di awal pekan perdagangan ini memberikan sinyal optimisme bagi prospek pasar modal Indonesia ke depan. Penguatan yang didorong oleh mayoritas sektor hijau menunjukkan adanya kepercayaan investor terhadap fundamental emiten. Hal ini menjadi indikasi kuat bahwa sentimen jangka pendek tengah berpihak pada pasar saham.

Dengan demikian, pembukaan IHSG pada Kamis pagi ini menjadi catatan penting yang menunjukkan kekuatan pasar dalam menghadapi berbagai dinamika ekonomi. Level 7.740,163 yang dicapai dalam waktu singkat menegaskan bahwa minat investor untuk menempatkan modal di instrumen saham masih sangat tinggi.

Disclaimer: Artikel ini ditulis ulang secara otomatis oleh AI berdasarkan sumber Referensi: Beritasatu. Kami menggunakan teknologi AI untuk menyajikan informasi ini kembali.