JABARONLINE.COM - Menjelang puncak arus mudik Hari Raya Idul Fitri tahun 2026, Kepolisian Resor (Polres) Tasikmalaya Kota mengambil langkah antisipatif maksimal untuk menjamin kelancaran dan keamanan para pemudik. Persiapan matang ini difokuskan pada jalur-jalur utama yang diprediksi mengalami peningkatan volume kendaraan yang signifikan.

Kesiapan tempur aparat telah dipasang di sepanjang jalur arteri selatan Jawa Barat yang melintasi wilayah hukum Polres Tasikmalaya Kota. Fokus utama pengamanan membentang dari area Gentong yang padat hingga titik batas wilayah dengan Kabupaten Ciamis.

Secara rinci, struktur pengamanan yang disiapkan oleh Polres Tasikmalaya Kota mencakup pembentukan 13 pos layanan dan pengamanan di lokasi-lokasi krusial. Langkah ini diambil sebagai bagian dari operasi pengamanan terpadu menjelang hari besar keagamaan tersebut.

Rincian dari 13 pos tersebut terdiri dari delapan Pos Pengamanan (Pospam) yang vital untuk menjaga ketertiban. Selain itu, didirikan pula dua Pos Terpadu untuk koordinasi lintas instansi dan tiga Pos Pelayanan (Posyan) yang siap memberikan bantuan kepada masyarakat.

Sebagai penegasan kesiapan operasional, Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Andi Purwanto, secara langsung turun tangan melakukan inspeksi mendadak pada Sabtu sore, 7 Maret 2026. Pengecekan ini bertujuan memastikan semua elemen telah siap siaga.

Kegiatan pengecekan tersebut difokuskan pada sejumlah pos pengamanan yang tersebar di sepanjang jalur arteri selatan yang menjadi tanggung jawab wilayah hukum Polres Tasikmalaya Kota. Hal ini menunjukkan keseriusan dalam menyambut Operasi Ketupat Lodaya Tahun 2026.

AKBP Andi Purwanto menekankan pentingnya kesiapan personel dan sarana prasarana dalam menyukseskan operasi pengamanan tahunan ini. Ia memastikan bahwa setiap pos memiliki prosedur operasional standar yang jelas.

"Kami melaksanakan pengecekan kesiapan pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya Tahun 2026 pada sejumlah pos pengamanan yang berada di jalur arteri selatan wilayah hukum Polres Tasikmalaya Kota," ujar AKBP Andi Purwanto, merujuk pada inspeksi yang dilakukannya pada hari Sabtu (7/3/2026) sore.

Langkah proaktif ini diharapkan dapat meminimalisir potensi kemacetan dan insiden selama periode mudik yang merupakan momen puncak mobilitas masyarakat Indonesia setiap tahunnya.