JABARONLINE.COM - PT Jasa Marga (Persero) Tbk tengah mematangkan berbagai langkah antisipatif untuk menjamin kelancaran mobilitas masyarakat selama periode puncak libur Lebaran tahun 2026 mendatang. Persiapan ini mencakup aspek tarif, infrastruktur, hingga teknologi pemantauan.

Fokus utama perusahaan pelat merah ini adalah mengelola lonjakan volume kendaraan yang diprediksi akan terjadi secara signifikan selama masa Angkutan Lebaran (Angleb) 2026. Upaya ini sejalan dengan komitmen mendukung program pemerintah dalam kelancaran transportasi nasional.

Salah satu insentif yang disiapkan adalah pemberian diskon tarif tol yang cukup menarik bagi pengguna jalan tol. Diskon ini akan diterapkan pada sejumlah ruas tol yang dinilai sangat strategis dan krusial dalam alur perjalanan mudik dan balik.

Besaran diskon tarif yang akan diberikan oleh Jasa Marga ditetapkan sebesar 30 persen untuk ruas-ruas tol terpilih. Kebijakan tarif ini diharapkan dapat mendorong distribusi volume kendaraan agar lebih merata.

Selain aspek tarif, kesiapan infrastruktur juga menjadi prioritas utama dalam strategi penanganan kemacetan. Jasa Marga secara proaktif menyiapkan ruas-ruas tol fungsional yang akan dibuka khusus selama periode Angleb 2026.

Ruas tol fungsional ini berfungsi sebagai jalur alternatif tambahan untuk menyerap kepadatan lalu lintas yang melintasi jalur utama. Hal ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas jalan secara temporer.

Fasilitas pendukung perjalanan juga tak luput dari perhatian perusahaan BUMN ini guna meningkatkan kenyamanan pengguna jalan. Ini termasuk peningkatan layanan di tempat istirahat (rest area) dan kesiapan petugas di lapangan.

Lebih lanjut, Jasa Marga mengklaim telah menyempurnakan sistem pemantauan lalu lintas agar lebih terintegrasi dan responsif terhadap dinamika di lapangan. Sistem canggih ini akan mempermudah pengambilan keputusan cepat.

"Perusahaan pelat merah tersebut tidak hanya memberikan diskon tarif tol sebesar 30% di sejumlah ruas strategis, tetapi juga menyiapkan ruas tol fungsional, fasilitas pendukung perjalanan, serta sistem pemantauan lalu lintas yang lebih terintegrasi," demikian keterangan resmi yang diperoleh dilansir dari Beritasatu.com.