Kebijakan hilirisasi industri mineral menjadi pilar utama strategi pertumbuhan ekonomi nasional yang bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas mentah. Namun, ambisi besar ini turut memunculkan perdebatan sengit mengenai biaya lingkungan dan sosial yang harus ditanggung oleh daerah penghasil.
Peningkatan permintaan global terhadap nikel sebagai bahan baku baterai kendaraan listrik telah memicu investasi besar-besaran di sektor peleburan dan pemurnian (smelter). Ekspansi industri ini secara langsung meningkatkan kebutuhan energi, seringkali dipenuhi oleh pembangkit listrik tenaga batu bara, yang memperburuk emisi karbon.
Latar belakang kebijakan ini adalah keinginan untuk menghentikan ekspor bahan mentah demi menciptakan rantai nilai domestik yang lebih kuat. Meskipun secara makroekonomi kebijakan ini sukses menaikkan surplus perdagangan, disparitas kesejahteraan dan kerusakan ekologis di tingkat lokal semakin kentara.
Para pengamat ekonomi dan lingkungan menekankan bahwa tanpa tata kelola yang ketat, keuntungan ekonomi hilirisasi akan tergerus oleh biaya rehabilitasi lingkungan di masa depan. Mereka mendesak pemerintah untuk memastikan bahwa standar Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) ditegakkan secara imparsial dan transparan.
Implikasi sosial dari percepatan industrialisasi ini meliputi konflik agraria dan relokasi masyarakat adat akibat kebutuhan lahan untuk kawasan industri terpadu. Selain itu, peningkatan populasi pekerja migran di daerah tambang turut menciptakan tekanan baru pada infrastruktur sosial dan fasilitas publik setempat.
Pemerintah pusat kini didorong untuk mengintegrasikan prinsip ekonomi hijau dalam kerangka hilirisasi, termasuk transisi energi dari batu bara ke sumber terbarukan di kawasan industri. Upaya mitigasi dampak juga memerlukan penerapan mekanisme harga karbon atau pajak lingkungan yang efektif untuk internalisasi biaya eksternalitas.
Mencapai keseimbangan antara ambisi industrialisasi dan keberlanjutan ekologi adalah tantangan krusial bagi masa depan Indonesia. Keberhasilan hilirisasi tidak hanya diukur dari angka devisa, tetapi juga dari kualitas hidup masyarakat dan kelestarian lingkungan alam di daerah penghasil.
.png)
.png)
