JABARONLINE.COM - Di tengah euforia persiapan menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, sorotan tertuju pada kondisi kesejahteraan para pekerja transportasi daring di ibu kota. Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) menyuarakan kegelisahan mendalam mengenai realitas pahit yang mereka hadapi setiap tahunnya.

Para pengemudi ini, yang selama ini menjadi tulang punggung mobilitas perkotaan, merasa diperlakukan tidak adil oleh sistem insentif dan potongan yang diterapkan perusahaan aplikator. Ketidakadilan ini diklaim terus berulang dari periode ke periode, tanpa menunjukkan perbaikan signifikan.

Salah satu kisah yang menyoroti masalah ini datang dari Teguh, seorang mitra ojol yang telah mengabdi selama 11 tahun di wilayah Jakarta Barat. Usianya yang kini menginjak 36 tahun dihadapkan pada kenyataan pahit mengenai struktur pendapatan mereka.

Kekecewaan Teguh terpusat pada besaran potongan rutin yang harus ia setorkan kepada pihak aplikator. Potongan tersebut, menurut pengakuannya, cukup signifikan memangkas penghasilan bersih bulanan para pekerja lapangan.

"Padahal kami aja ngasih aplikasi sebulan Rp600.000 dari potongan," keluh Teguh mengenai besaran potongan rutin yang ia tanggung setiap bulannya.

Ia menjelaskan bahwa potongan sebesar itu merupakan bagian dari program yang disebut sebagai program Hemat yang diterapkan oleh perusahaan aplikator. Hal ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai keberpihakan perusahaan terhadap kesejahteraan mitra mereka.

Teguh lantas mengungkapkan analisisnya mengenai kebijakan tersebut, "Potongan itu dari program Hemat. Jadi, memang aplikator enggak mampu ngasih program yang menyejahterakan driver,” keluhnya dilansir dari Kompas.com (6/3).

Ironisnya, di saat bonus atau bantuan Lebaran seharusnya menjadi pelipur lara, realitas yang diterima Teguh menunjukkan luka yang lebih dalam. Bantuan yang diterima jauh kontras dengan beban potongan yang telah dipenuhi selama setahun penuh.

Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan besar antara kontribusi pengemudi di lapangan dengan imbalan finansial yang mereka terima, terutama saat momentum perayaan keagamaan seperti Idulfitri tiba.