JABARONLINE.COM - Pemerintah melalui Kantor Staf Presiden (KSP) secara resmi memaparkan kemajuan signifikan dalam program prioritas nasional menjelang periode krusial Ramadan dan Lebaran tahun 2026. Fokus utama pembahasan adalah pada penguatan ketahanan pangan nasional.
Salah satu indikator keberhasilan yang disampaikan adalah kondisi stok beras nasional yang diklaim sangat aman untuk memenuhi permintaan masyarakat selama bulan puasa dan hari raya Idul Fitri mendatang.
Informasi ini disampaikan dalam sebuah konferensi pers bersama yang diadakan pada hari Rabu, tanggal 11 Maret 2026. Acara tersebut juga menjadi wadah pembaruan pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).
Kepala Staf Presiden, Muhammad Qodari, menjadi juru bicara utama dalam penyampaian hasil evaluasi tersebut. Ia menegaskan kesiapan pemerintah dalam menghadapi lonjakan kebutuhan pangan musiman.
Konferensi pers tersebut turut melibatkan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI). Diskusi juga mencakup persiapan matang pemerintah terkait arus mudik Lebaran yang diperkirakan akan meningkat signifikan.
Stok beras nasional saat ini dilaporkan telah melampaui kebutuhan riil yang diproyeksikan. Angka yang dipublikasikan menunjukkan bahwa cadangan telah mencapai 144 persen dari total kebutuhan yang diperkirakan.
"Stok beras disebut aman menjelang Ramadan dan Lebaran 2026," ujar Muhammad Qodari, menjelaskan situasi terkini terkait ketersediaan komoditas pokok tersebut.
Selain pembahasan pangan, KSP juga memberikan pembaruan mengenai implementasi program prioritas lainnya. Salah satunya adalah program prioritas nasional berupa Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang juga menjadi sorotan utama.
Muhammad Qodari menyampaikan perkembangan ini saat berbicara dalam konferensi pers bersama Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) terkait pembaruan pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) serta persiapan mudik Lebaran, Rabu (11/3/2026).
