JABARONLINE.COM - Potensi besar sektor digital dalam mendorong laju pertumbuhan ekonomi nasional kini menjadi sorotan utama pemerintah. Sektor ini dipercaya mampu melampaui tren pertumbuhan konvensional yang selama ini terjadi.

Salah satu variabel kunci yang diyakini akan menjadi akselerator utama dalam transformasi ini adalah teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Integrasi AI diproyeksikan akan membuka dimensi baru dalam produktivitas ekonomi.

Hal ini disampaikan langsung oleh pejabat di lingkungan Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian. Mereka melihat AI bukan sekadar pelengkap, melainkan fondasi penting bagi lompatan ekonomi ke depan.

Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Kemenko Perekonomian, Ali Murtopo Simbolon, menjadi narasumber utama dalam pembahasan mengenai hal ini. Kehadirannya menegaskan posisi strategis isu digitalisasi bagi pemerintah.

Menurut pandangan resmi kementerian, teknologi AI memiliki kapasitas unik untuk merevolusi berbagai lini bisnis dan layanan publik. Dampaknya diperkirakan akan signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia.

"Sektor digital dapat mendorong pertumbuhan ekonomi suatu negara melampaui tren normal," ujar Ali Murtopo Simbolon, menekankan peran sektor berbasis teknologi ini.

Lebih lanjut, Ali Murtopo Simbolon secara spesifik menyoroti peran sentral dari inovasi teknologi terbaru. "Salah satu pendorong utama dari sektor tersebut adalah teknologi artificial intelligence (AI)," kata beliau.

Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa fokus kebijakan ekonomi digital harus diarahkan pada penguatan infrastruktur dan adopsi AI di seluruh lapisan industri. Pemerintah melihat ini sebagai kunci untuk mencapai target pertumbuhan ambisius.

Jakarta menjadi pusat pembahasan mengenai prospek cerah ini, dilansir dari Beritasatu.com, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengimplementasikan strategi berbasis teknologi.