JABARONLINE.COM - Sebuah narasi mengejutkan menyebar luas di platform media sosial Facebook pada pertengahan Februari 2026 lalu, memicu reaksi publik yang beragam. Unggahan tersebut menampilkan sebuah klaim yang sangat tidak biasa mengenai nasib barang bukti narkotika jenis sabu-sabu.
Informasi tersebut pertama kali muncul melalui akun Facebook bernama "Rumail Abbas" pada hari Jumat, tanggal 27 Februari 2026. Akun tersebut menyertakan foto arsip yang dibubuhi narasi sensasional mengenai hilangnya barang bukti dalam jumlah besar.
Narasi yang diunggah menyebutkan bahwa pihak kepolisian telah memberikan klarifikasi resmi terkait peristiwa yang terjadi. Inti dari klaim tersebut adalah bahwa barang bukti sabu dengan berat total mencapai 30 kilogram dikabarkan telah terurai sepenuhnya menjadi udara.
Lebih lanjut, unggahan tersebut mengaitkan fenomena 'penguapan' barang bukti narkotika tersebut akibat adanya kondisi cuaca ekstrem yang melanda wilayah tertentu saat itu. Klaim ini tentu saja memerlukan verifikasi lebih lanjut mengingat sifat barang bukti yang disebutkan.
Hingga Senin, 9 Maret 2026, unggahan yang beredar tersebut telah menarik perhatian signifikan dari warganet. Tercatat bahwa unggahan itu telah mendapatkan sekitar 352 suka dari pengguna Facebook.
Selain itu, intensitas penyebaran informasi tersebut juga terlihat dari jumlah pembagian ulang yang mencapai 27 kali. Reaksi publik juga tampak signifikan dengan adanya 96 komentar yang ditinggalkan oleh pengguna yang membaca konten tersebut.
Menanggapi penyebaran informasi yang masif ini, Tim Pemeriksa Fakta mulai melakukan penelusuran mendalam. Proses verifikasi dilakukan dengan mengetikkan kata kunci spesifik untuk melacak sumber klarifikasi resmi dari pihak kepolisian mengenai isu tersebut.
Tim pemeriksa fakta menelusuri klaim pada unggahan dengan mengetikkan kata kunci “Polisi klarifikasi [...]", berusaha menemukan pernyataan resmi yang membenarkan atau membantah narasi yang beredar luas tersebut dilansir dari laporan penelusuran.
Klarifikasi yang dinantikan publik mengenai barang bukti narkotika seberat 30 Kg yang diklaim terurai menjadi udara akibat cuaca ekstrem menjadi fokus utama dalam upaya verifikasi ini. Proses ini bertujuan untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar di ruang digital.
