JABARONLINE.COM - Persiapan pengamanan arus mudik Lebaran tahun 2026 di wilayah Jawa Barat dipastikan akan melibatkan kekuatan personel yang signifikan dan beragam. Kali ini, upaya pengamanan tidak hanya mengandalkan kepolisian lalu lintas dan Polwan saja, tetapi melibatkan sinergi antar matra.

Sebuah inovasi menarik dalam operasi pengamanan ini adalah pelibatan langsung dari Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad), Korps Wanita Angkatan Laut (Kowal), dan Wanita Angkatan Udara (Wara). Para srikandi dari tiga matra TNI ini akan diterjunkan langsung ke lapangan.

Mereka akan bergabung dan bertugas sebagai bagian dari Tim Urai yang diberi nama unik, yaitu 'Motor Senyum'. Misi utama tim gabungan ini adalah memastikan kelancaran dan memberikan pelayanan humanis selama puncak arus mudik di Jawa Barat.

Dirlantas Polda Jawa Barat, Kombes Pol Raydian Kokrosono, menjadi penanggung jawab utama dalam koordinasi pelaksanaan operasi pengamanan mudik tahun ini. Kehadiran personel wanita dari TNI ini diharapkan membawa pendekatan yang lebih simpatik kepada masyarakat pemudik.

Kombes Pol Raydian Kokrosono menyampaikan informasi mengenai jumlah kekuatan personel yang dikerahkan untuk Tim Urai tersebut. Jumlah total anggota yang tergabung dalam tim pengurai ini dikonfirmasi mencapai ratusan orang.

Mengenai detail penempatan pasukan, Dirlantas Polda Jawa Barat menguraikan fokus utama di jalur-jalur padat. Salah satu titik krusial adalah area tempat peristirahatan utama bagi pemudik yang melintas di tol.

"Untuk di rest area, di KM57 dari kami itu ada 20 motor dan 63 personil," ujar Kombes Pol Raydian Kokrosono ketika dimintai keterangan pada hari Jumat (6/3/2026). Penempatan ini menunjukkan fokus pada titik-titik rawan kepadatan di jalan tol.

Selain konsentrasi di KM 57, personel juga didistribusikan ke unit kepolisian wilayah. Hal ini bertujuan untuk memastikan bahwa penguraian kemacetan terjadi secara merata di berbagai Polres di seluruh Jawa Barat.

Lebih lanjut, Kombes Pol Raydian Kokrosono menambahkan bahwa pembagian tugas juga menyentuh tingkat Polres. "Di masing-masing Polres, itu ada minimal 10 personil," tegasnya, menggarisbawahi komitmen Polda Jabar untuk mengerahkan personel di setiap lini.