JABARONLINE.COM - Kesehatan Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, dilaporkan mengalami kemunduran signifikan pasca insiden penyiraman air keras yang menimpanya. Kondisi darurat ini memaksa tim medis untuk mengambil langkah penanganan segera guna menyelamatkan fungsi penglihatan korban.
Akibat memburuknya kondisi tersebut, Andrie Yunus telah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) sebagai rumah sakit rujukan utama. RSCM dipilih untuk melaksanakan operasi lanjutan yang krusial bagi pemulihan mata aktivis hak asasi manusia tersebut.
Tim medis yang bertanggung jawab atas perawatan Andrie Yunus menemukan adanya komplikasi yang sangat serius pada struktur mata korban. Penemuan ini menjadi dasar utama mengapa prosedur operasi lanjutan harus segera dijadwalkan tanpa penundaan lebih lanjut.
Secara spesifik, pemeriksaan mendalam menunjukkan adanya kondisi iskemia pada jaringan mata yang sangat sensitif. Iskemia, atau kekurangan suplai darah, merupakan ancaman serius yang dapat memicu kerusakan permanen jika tidak ditangani dengan cepat.
Intervensi bedah segera menjadi keharusan mutlak dalam situasi ini. Tindakan operasi lanjutan ini bertujuan utama untuk memitigasi risiko kehilangan penglihatan secara total akibat perkembangan kondisi iskemia tersebut.
Dilansir dari BISNISMARKET.COM, kondisi kesehatan Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, yang menjadi korban penyiraman air keras, dilaporkan memburuk sehingga memerlukan penanganan medis segera.
"RSUP Nasional Dr Cipto Mangunkusumo (RSCM) menjadi rumah sakit rujukan untuk operasi lanjutan bagi aktivis HAM tersebut," ujar perwakilan tim medis, menggarisbawahi pentingnya fasilitas RSCM dalam kasus ini.
Lebih lanjut, mengenai temuan klinis yang mendasari keputusan operasi, tim medis yang menangani Andrie Yunus menemukan adanya komplikasi serius pada mata korban.
"Secara spesifik, ditemukan adanya kondisi iskemia yang memerlukan intervensi bedah segera untuk mencegah kerusakan permanen," kata salah seorang dokter yang terlibat dalam perawatan, menekankan urgensi prosedur pembedahan.
