JABARONLINE.COM - Kabupaten Bogor bagian barat kerusakan parah di jalur raya nasional Jasinga–Lewiliang kembali menimbulkan keresahan warga masyarakat bagi pengendara dan para pejalan kaki.
Meski pada Senin malam (16/02/2026) sekitar pukul 01.00 WIB petugas Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Jawa Barat sedang melakukan perbaikan darurat dengan metode tambal sulam dan pengaspalan hotmix di ruas jalan Cigudeg–Lewisadeng, tepatnya di depan pom bengsin Kalongjalan terpotret oleh kamera pewarta kondisi jalan pada siang harinya tetap dipenuhi lubang dan bergelombang.
Jalur vital perekonomian ruas jalan raya nasional Jasinga–Lewiliang merupakan akses utama masyarakat Bogor Barat yang menghubungkan Kecamatan Jasinga, Cigudeg, Sukajaya, Nanggung, Rumpin, Lewisadeng, Lewiliang, hingga Tenjo dan Parungpanjang. Jalur ini menjadi nadi distribusi menuju pasar tradisional, fasilitas kesehatan seperti RSUD R. Moh. Noh. Nur Lewiliang, serta di lewati kantor pemerintahan dan aparat keamanan wilayah. Kerusakan jalan jelas menghambat aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
Sebelumnya diberitakan, pada Minggu (15/02/2026) siang keluhan warga. Udin (38), sopir angkot jalur Jasinga–Bubulak, mengungkapkan, “Sering ada kecelakaan, pengendara tergelincir akibat jalan rusak. Apalagi musim hujan, lubang makin banyak,” katanya.
Hal senada diungkapkan. Dery, warga Jasinga, menambahkan, “Saya sempat tergelincir karena lubang jalan saat menuju Bogor. Kondisinya sangat berbahaya,” keluhnya, Minggu (15/02/2026) siang.
Tanggung Jawab Pemerintah sesuai Pasal 16 ayat (1) UU Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan, perbaikan jalan raya nasional merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan BPJN. Namun, masyarakat menilai tindakan nyata masih minim, padahal Ramadhan 1447 H semakin dekat dan arus mobilitas diperkirakan meningkat.
Jalan raya nasional Jasinga–Lewiliang adalah nadi perekonomian Bogor Barat. Kerusakan yang dibiarkan berlarut-larut bukan hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa. Pemerintah pusat perlu segera melakukan perbaikan menyeluruh agar jalur vital ini kembali aman dan layak digunakan.***
.png)
.png)
