JABARONLINE.COM - Banyak individu menjadikan kopi sebagai pemicu semangat di pagi hari, menikmati aroma dan rasa khasnya sebelum memulai rutinitas harian. Namun, kebiasaan mengonsumsi minuman berkafein ini saat waktu sahur selama bulan puasa memerlukan pertimbangan serius dari perspektif kesehatan.

Minuman yang mengandung kafein memang terkenal efektif dalam meningkatkan kewaspadaan dan konsentrasi seseorang. Zat aktif ini memberikan dorongan energi yang sering dicari banyak orang untuk menghadapi jam-jam pertama puasa.

Di sisi lain, kopi memiliki karakteristik sebagai agen diuretik yang cukup kuat dalam tubuh manusia. Sifat inilah yang kemudian menjadi sorotan utama bagi para ahli kesehatan selama periode menahan haus dan lapar.

Efek diuretik tersebut dapat mengakibatkan frekuensi buang air kecil menjadi meningkat secara signifikan bagi peminumnya. Hal ini menjadi perhatian khusus mengingat tubuh sedang dalam kondisi tidak menerima asupan cairan selama berjam-jam.

Ketika seseorang sudah berpuasa, peningkatan frekuensi buang air kecil akibat kopi dapat mempercepat hilangnya cairan esensial dari tubuh. Kondisi ini secara langsung mengancam stabilitas keseimbangan hidrasi yang vital bagi fungsi organ.

Oleh karena itu, para profesional medis menyarankan agar masyarakat meninjau kembali jadwal konsumsi kopi mereka, khususnya pada sesi santap sahur. Mengutamakan asupan air putih yang cukup adalah langkah preventif yang lebih bijak.

Kesimpulannya, meskipun kopi menawarkan manfaat dalam meningkatkan fokus, potensi dehidrasi selama berpuasa menjadi pertimbangan krusial. Kesehatan cairan tubuh harus menjadi prioritas utama selama menjalani ibadah puasa Ramadan.

Sumber: Detik

https://www.detik.com/jabar/berita/d-8383741/sering-minum-kopi-saat-sahur-ini-peringatan-dokter-soal-dampaknya